Hangout

Tempat Makan Ala-ala Tradisional Tangerang Selatan – Kompasiana.com – Kompasiana.com

suka hal-hal yang berbau otomotif
Selanjutnya
Tutup
Warung Tuman, Restoran Unik Tradisional di BSD
Menjelang akhir bulan, masyarakat  tentu ingin menyegarkan diri sejenak dan menikmati suasana asri nan damai. Sayangnya, kendala jarak dan waktu kadang mengahalangi keinginan tersebut.
Namun, untuk kalian yang tinggal di kawasan kota terencana Bumi Serpong Damai (BSD) ada Warung Tuman yang bisa jadi alternatif. Berada di bagian timur Kota Tangerang Selatan lebih tepatnya di sebelah timur Sungai Cisadane.

Survey Berhadiah

Warung Tuman yang tersembunyi sebagai salah satu tempat yang unik di kawasan BSD. Resto ini juga mencoba untuk menghadirkan suasana alami ala pedesaan di tengah kawasan perkotaan padat.

Awal mula sejarahnya karena kejenuhan bekerja kantoran, pasangan suami istri (pasutri) pemilik resto ini, Mbak Nanin dan Pak Eko, memutuskan membuka usaha tempat makan di kawasan sekitar rumah. Inilah yang kemudian menjadi cikal bakal berdirinya Warung Tuman.
“Awalnya emang kita itu kerja di satu perusahaan, tetapi suami saya saat itu menyarankan untuk membuat rumah makan dengan menu asli yang biasa dimasak di rumah, semakin dibicarakan lebih jauh, jadi semakin yakin untuk membangun restoran ini,” ucapnya saat diwawancarari pada Minggu (19/12) di BSD.
Kata tuman sendiri dalam Bahasa Jawa bisa diartikan nagih atau ketagihan. Harapannya, para pengunjung warung ini akan setia dan dengan senang hati datang kembali untuk bersantap di sini.
Keinginan tersebut kurang lebih sudah terwujud, sebab Warung Tuman saat ini telah punya banyak pelanggan setia. Tidak mengherankan sebenarnya, mengingat rasa dan pengalaman makan yang ditawarkan di sini sedikit berbeda dibanding resto lain di BSD. Pengunjung pun jadi ketagihan dan tak keberatan untuk mampir lagi.


“Menu yang paling bestseller ada calabalatuik yang merupakan makanan khas Padang, terbuat dari olahan ikan Pari Asap, paling banyak dipesan karena tidak dijual di restoran lain,” katanya
Menunya sendiri ada Gulai Bareh, Dendeng Batokok, Ayam Kampung, dan Tumis Bunga Pepaya. Dan daging dendeng yang digunakan tidak berlemak sama sekali.
“Restorannya ini buka dari hari Selasa sampai Jumat di pukul 08.30 hingga 17.00 sedangkan, Sabtu dan Minggu jam 08.00 tutup di jam yang sama, kalau Senin tutup sebagai hari libur untuk para karyawan di sini,” jelasnya

source

Related Articles

Back to top button