Thursday, February 7, 2019

Keadaan Negri indonesia dibandingkan negara lainnya


Habib Munzir Al-Musawa :

saudaraku, saya melihat Indonesia adalah salah satu negara yg paling terbuka pada kemajuan islam, saya lihat di beberapa negara lainnya sangat sulit perkembangan islam,

saya masuk S'pore pertama kali, mereka habis2an mempersulit dan menginterogasi saya, dan saya diikuti intelijen mereka saat ceramah di masjid masjid, sampai mereka tahu betul bahwa saya aman dan tdk mengajarkan anarki, maka mereka terbuka utk saya, tiap kali saya ke s'pore mereka sudah maklum, foto saya sudah ada di setiap pintu imigrasi mereka, paspor saya sudah tercatat sebagai da'i yg aman, demikian istilah mereka.

saya masuk malaysia pun dipersulit, masuk di pebatasan malaysia (s'pore - malaysia) saya dihujani pertanyaan macam2 dan diinterogasi, dan saya sempat dilarang ceramah di wilayah perlis karena masuk malaysia tanpa ada konformasi utk izin ceramah.

saya belum lama ini pulang dari Yaman, saya naik pesawat Qatariyyah dari Yaman, demi mengejar ketibaan jumat sore, karena majelis jumat malam dan sabtu malam berusaha tidak saya tinggalkan, jika saya naik dg pesawat yemenia air maka jadwal penerbangannya sabtu, maka saya baru tiba minggu siang, maka akan terlewatkanlah dua majelis tsb.

singkat kata saya naik qatariyah, sebagaimana kita tahu bahwa Qatar adalah salah satu negara arab yg islami (konon), saya kaget, karena saya duduk di First class dan ditawari minuman, saya memilih air putih, namun ia menjelaskan bahwa itu adalah arak putih.. Astaghfirullah..,

saya ajak ia bicara (pramugara/pramugari) dg bahasa arab ia jawab : No speak arabic, we speak english..!

aduh.. ini kan penerbangan dari negeri islami (konon).

arak terus ditawarkan dan dituangkan pada penumpang didepan muka saya, ingin rasanya saya berdiri dan melabrak mereka, kalian ini muslimin, negara arab, koq begini kelewatan..??, tapi saya menahan diri, dan mereka juga tampak segan dan malu malu, namun tetap menjalankan tugasnya

lalu penerbangan itu transit di Dauha (ibukota Qatar), saya lebih kaget lagi, tidak ada satupun orang mau berbicara bahasa arab.., saya hanya ingin bertanya tetap semua orang menolak berbahasa arab.., gila, ini kalau saya ke Jakarta lalu di Bandara orang menolak berbahasa Indonesia kan mustahil..??, bagaimana di negeri arab orang menolak berbahasa arab..?

lalu penerbangan diteruskan ke Jakarta, penumpang kelas economy kebanyakan TKI dan TKW yg pulang ke indonesia, maka para pramugari/pramugara tau betul bahwa kita akan subuh diudara, dan mereka tahu orang orang indonesia ini pasti akan shalat, akan wudhu beramai2 dan mengotori toilet, maka mereka padamkan petunjuk arah kiblat, padahal arah kiblat selalu ada disemua penerbangan yg menuju ke wilayah timur tengah,

tidak ada arah kiblat, tv monitor hanya menayangkan film dan film, lalu sesekali ditayangkan kecepatan pesawat, suhu didalam dan diluar, namun arah kiblat tetap tidak ditampilkan..

waktu mulai fajar saya ke toilet dan mereka sudah maklum, saya wudhu dan sengaja didepan mereka saya minta izin sholat (tempat kosong untuk duduk para pramugari dekat pintu, merekapun menyilahkan saya dan cepat cepat menutup tirai agar jamaah muslimin di kelas ekonomi tidak melihat saya shalat.

selepas saya sholat saya kembali ke kursi, saya lihat ada seorang pramugara berwajah arab yg terlihat bekas wudhu dan baru shalat juga, dia saya tatap dg tajam, dia menunduk malu dan terus pergi..

inilah keadaan mereka dan pemerintahan mereka..

saya lalu transit di singapura, jumpa dg seorang teman yg baru pulang dari Turki, ia cerita bahwa disana tdk berani orang muslim memakai asesoris islam, karena akan dipanggil dan di interogasi, mereka hanya berani pakai peci putih atau sorban di masjid saja, diluar mereka tidak berani mengenakannya, karena kerasnya pemerintahan melarang perkembangan islam, masya Allah.. turki adalah wilayah islam.., banyak makam para sahabat Nabi saw, subhanallah..

lalu juga ketika saya kunjung ke Amman, ibukota Jordan, saya tinggal sebulan disana, naudzubillah.., kota itu sepi dari adzan, semua masjid tdk boleh adzan dg speaker luar, hanya speaker dalam saja, tidak seperti di indonesia orang bebas berkoar koar di speaker sebelum subuh dan kapanpun..

majelis taklim pun tidak ada yg ramai, saya diundang hadir haul Ahlu Badr, katanya acara besar tahunan dan banyak yg hadir, namun ketika saya hadir tenyata yg datang sekitar dua puluh orang saja, saya hanya membatin.. duh.. ini acara besar??, yg hadir cuma puluhan seperti ini..??.

padahal Jordan pemimpin negaranya adalah habaib, berbangsa syarif dari keturunan sayyidna Hasan bin Ali kw.

nah saudaraku, contoh contoh diatas saya kemukakan betapa bobroknya negara islam didunia ini, sungguh pemerintah indonesia sangat longgar utk islam, masjid bebas adzan bahkan seluruh tahlil, doa dlsb panjang panjang mulai jam 3 subuh pun tidak dilarang, majelis bebas dihadiri ribuan orang malah polisi turun untuk mengamankan, 12 rabiul awal dijadikan hari tanggal merah,

presiden ikut maulidan, ikut majelis taklim, wapres bolak balik hadir majelis dzikir, tv ikut2 menayangkan dan merelay majelis2, sungguh pemerintah indonesia sangat terbuka dan bebas..

Tuesday, February 5, 2019

27 derajat keutamaan sholat jama'ah

27 derajat keutamaan sholat jama'ah

1. Menjawab adzan dengan niat ikut jama'ah
2. Berangkat untuk sholat awal waktu
3. Berjalan ke masjid dengan tenang
4. Masuk masjid sambil berdoa
5. Sholat tahiyyat masjid (point 2-5 dengan niat karena sholat jamaah)
6. Menunggu jamaah
7. Mendapatkan doa malaikat
8. Mendapatkan persaksian malaikat
9. Menjawab iqomah
10. Selamat dari setan ( setan lari ketika iqomah)
11. Berdiri menunggu takbir imam
12. Menemui takbir imam
13. Meluruskan & Merapatkan shof
14. Menjawab ucapan imam :
سمع الله لمن حمده
15. Terhindar dari lupa (biasanya) & mengingatkan imam ketika lupa
16. Khusyuk & terhindar dari yang melalaikan
17. Secara umum bertingkah baik
18. Dikelilingi/dilikupi malaikat
19. Melatih bacaan bertajwid
20. Belajar /mengetahui rukun dan sunnah ab'adl
21. Menampakkan syiar Islam dan mengalahkan syetan dengan perkumpulan ibadah
22. Saling menolong dalam ketaatan,  orang yang malas jadi semangat dan selamat dari sifat munafik serta buruk sangka bahwa seseorang tidak melakukan sholat
23. Niat jawab salam imam
24. mendapatkan manfaat doa bersama,  dzikir,  mengalirnya keberkahan orang yang sempurna untuk orang yang kurang
25. Keharmonisan hubungan antar tetangga dan saling menjaga waktu sholat

Dua keutamaan Khusus Sholat Jahr

26. Diam &  mendengarkan bacaan imam
27. Membaca amin bersama imam agar bersamaan dengan bacaan amin malaikat

Sumber : link

Tuesday, January 22, 2019

Pengakuan Dusta

Hatim Al-Asham pernah berkata: “Barang siapa mengakui empat hal tanpa ada empat hal yang lain, maka pengakuannya itu adalah dusta, yaitu:
1) Barang siapa mengaku cinta kepada Allah, sementara ia tidak berhenti melakukan kemaksiatan dan hal-hal yang diharamkan Allah, maka pengakuannya itu dusta.

2) Barang siapa mengaku cinta kepada Rasulullah saw namun benci kaum fakir miskin, maka pengakuannya itu dusta.

3) Barang siapa mengaku cinta kepada surga, sementara ia tidak bershadaqah, maka pengakuannya itu dusta.

4) Barang siapa mengaku takut akan siksa neraka, sementara ia tidak berhenti dari berbuat dosa, maka pengakuannya itu dusta.”

Rasulullah saw bersabda:
حُجِبَتْ  النَّارُ بِالشَّهْوَاتِ وَ حُجِبَتْ الْجَنَّةُ بِالْمَكَارِهِ
“Jalan menuju neraka itu diliputi dengan hal-hal yang disenangi hawa nafsu, sedang jalan menuju ke surga diliputi dengan hal-hal yang dibenci hawa nafsu.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Dengan kata lain, surga tidak dapat diraih kecuali dengan menempuh berbagai kesulitan dan neraka tidak dapat dimasuki kecuali dengan menuruti hawa nafsu. Siapa pun yang dapat menerobos penghalang salah satu dari keduanya pasti akan memasukinya.

--Kitab Nashaihul Ibad, Imam Nawawi Al-Bantani.

Dalil-dalil Kopi

Dalam Tarikh Ibnu Toyyib dikatakan :

يا قهوة تذهب هم الفتى # انت لحاوى العلم نعم المراد

شراب اهل الله فيه الشفا # لطالب الحكمة بين العباد

حرمها الله على جاهل # يقول بحرمتها بالعناد

"Kopi adalah penghilang kesusahan pemuda, senikmat-nikmatnya keinginan bagi engkau yang sedang mencari Ilmu".

"Kopi adalah minuman Orang yang dekat pada Allah, didalamnya ada kesembuhan bagi pencari Hikmah diantara Manusia".

"Kopi diharamkan bagi orang bodoh yang mengatakan keharamannya dengan keras kepala".

Kita juga bisa melihat komentar Al Imam Ibnu Hajar Al Haitami :

ثم اعلم ايها القلب المكروب أن هذه القهوه قد جعلها اهل الصفاء مجلبة للأسرار مذهبة للأكدار وقد اختلف في حلها اولا وحاصل ما رجحه ابن حجر في شرح

العباب بعد ان ذكر أنها حدثت في اول قرن العاشر . ان للوسائل حكم المقاصد ،فمهما طبخت للخير كانت منه وبالعكس فافهم الأصل

Lalu ketahuilah duhai hati yang gelisah bahwa Kopi ini telah dijadikan oleh Ahli Shofwah (Orang-Orang yang bersih hatinya) sebagai pengundang akan datangnya Cahaya dan Rahasia Tuhan, penghapus kesusahan.

Para Ulama berbeda pendapat akan kehalalannya, namun alhasil yang diunggulkan oleh Ibnu Hajar dalam Kitab Syarhul Ubab setelah penjelasan bahwa asal usul Kopi di awal abad kesepuluh hijriyah memandang dari Qoidah "bagi perantara menjadi hukum tujuannya" maka selama kopi ini dimasak untuk kebaikan maka mendapat kebaikannya begitu juga sebaliknya, maka fahami asalnya".

Suatu ketika As-Sayyid Ahmad bin Ali Bahr al-Qadimi berjumpa dengan Nabi Muhammad Saw dalam keadaan terjaga. Ia berkata kepada Nabi Saw : “Wahai Rasulullah, aku ingin mendengar Hadits darimu tanpa perantara".

Rasulullah Saw kemudian Bersabda : “Aku akan memberimu tiga Hadits yang salah satunya :

"Selama bau biji Kopi ini masih tercium aromanya di mulut seseorang, maka selama itu pula Malaikat akan Beristighfar (memintakan ampun) untukmu".

Al Habib Ahmad bin Hasan Alattas :

وكان الحبيب أبو بكر بن عبد الله العطاس يقول : إن المكان الذي يُترك خالياً يسكنون فيه الجن ، والمكان الذي تفعل به القهوة لا يسكنونه الجن ولا يقربونه.

Bahwasannya Al Habib Abu Bakar bin Abdillah Alattas berkata :  "Sesungguhnya tempat / rumah kalau ditinggalkan dalam keadaan sepi / kosong, maka para Jin akan menempatinya...Sedangkan rumah / suatu tempat yang mana disitu biasa membuat hidangan minuman kopi, maka para Jin tidak akan bisa menempatinya dan tidak akan bisa mendekat/mengganggu ".

Sumber :
Kitab : Tadzirunnas, hal: 177.

اللهم صل وسلم وبارك على سيدنا محمد وعلى اله واصحا به وسلم

Sunday, December 23, 2018

HUKUM MENGUCAPKAN SELAMAT NATAL

HUKUM MENGUCAPKAN SELAMAT NATAL
Syekh Said Ramadhan Al-Buthi dalam kitab Istifta' an-Nas mengemukakan:
السؤال:هل يجوز تهنئة غير المسلمين بأعيادهم وخاصة النصارى ؟ وماذا اذا إضطر لذلك هل من صيغة مفضلة ؟ وهل تجوز تعزيتهم أو القول "رحمه الله" ؟
الجواب: يجوز تهنئة الكتابيين : النصارى واليهودي بأفراحهم ويجوز تعزيتهم بمصائبهم بل يسن ذلك كما نص عليه الفقهاء ويجوز الدخول لمعابدهم لمناسبة ما بشرط ان لا يشترك معهم في عبادتهم
Bolehkah mengucapkan kata 'selamat' pada non-muslim saat hari raya agama mereka, terlebih umat Nasrani (Kristen)? Dan bagaimana saat hal tersebut sudah tidak bisa dihindari, apakah malah lebih baik untuk disampaikan? Lebih jauh, bolehkah takziyah kepada mereka, atau sekedar mengucapkan kata "semoga Allah mengasihi kalian" kepada mereka?
.
Jawab: Boleh mengucapkan kata 'selamat' pada ahlul kitab saat hari raya mereka, baik itu umat Yahudi ataupun Nasrani. Juga boleh takziyah kepada mereka saat terkena musibah. Bahkan hal tersebut disunnahkan, seperti halnya yg dijelaskan oleh ulama' Ahli fiqh.
Bahkan, boleh masuk ke dalam tempat peribadatan mereka dalam rangka bermasyarakat, dengan syarat tidak mengikuti ritual peribadatan mereka..

Monday, December 3, 2018

Mengingkari Panji Rasulullah

Ada tiga Hadis yang mengatakan Râyah dan Liwâ' Rasul itu bertuliskan kalimat tauhid : satu ada dalam kitab al-Mu'jam al-Awsath (karya al-Thabrânî) dan dua ada di kitab Akhlâq al-Nabiy (karya Abu al-Syekh al-Ashbahanî).

Dari kajian tentang tiga Hadis tersebut dan tentang Hadis-hadis yang lain dapat disimpulkan beberapa simpulan:
1. Dari segi sanad, tiga Hadis tersebut semuanya dha'if (lemah). Memang ada Hadis tentang Râyah dan Liwâ' Rasul yang kualitasnya di atas dha'if, tetapi tidak bisa dijadikan syahid atau tabi' bagi tiga Hadis tersebut kerena Hadis yang kualitasnya di atas dha'if itu tidak ada redaksi yang mengatakan "dalam/ di atas Liwâ' Rasul tertulis Laa ilaaha illallah (kalimat tauhid)".

2. Dari segi matan, hanya Liwâ' Rasul (bendera berwarna putih) saja yang ada kalimat tauhidnya. Karena redaksinya menggunakan مكتوب فيه dan مكتوب عليه, bukan menggunakan redaksi مكتوب فيهما dan مكتوب عليهما. Jadi tidak ada BENDERA HITAM (Râyah) yang bertuliskan kalimat tauhid.

3. Pendapat seorang Ustadz kemarin yang mengatakan bahwa Panji Rasul itu "jika kainnya hitam maka tulisan kalimat tauhidnya putih dan jika kainnya putih maka tulisan kalimat tauhidnya hitam" itu hanya rekaan pikiran beliau saja. Rekaan itu tidak ada rujukannya pada Hadis walaupun pada Hadis dha'if sekalipun. Jadi jika ada orang mengingkari bendera seperti itu sama sekali tidak bisa dikatakan telah mengingkari Hadis Nabi atau dianggap mengingkari Panji Rasul.

4. Panji Rasul (Râyah atau Liwâ') hanya bendera peperangan untuk membedakan tentara Islam dan musuhnya. Jika ada Ustadz yang mengatakan Panji Rasul pernah di kibarkan di waktu damai karena Panji Rasul itu pernah berkibar dalam "Penaklukan Kota Makkah" yang terkenal sebagai hari kasih sayang, maka klaim itu sangat gegabah. Karena dalam "Penaklukan Kota Makkah" Rasul membawa 10.000 pasukan perang. Juga di kitab-kitab sejarah (dan dalam kitab Hadis yang disusun sesuai tema), "Fath Makkah" (Penaklukan/ Pembebasan Kota Makkah) ada di bab "Peperangan Nabi".

5. Mayoritas Hadis yang bicara tentang Râyah dan Liwâ' Rasul tidak menerangkan Panji Rasul itu bertulisakan kalimat tauhid. Bahkan riwayat-riwayat itu tidak seragam dalam mendiskripsikan warna Panji Rasul. Ada yang mengatakan hitam, putih, kuning, merah dan kuning.

#Moh_Yardho_PP_AL_JAWI

Saturday, November 10, 2018

Keutamaan Maulid Nabi Menurut Sahabat Nabi dan Ulama Salafi Sholih

KEUTAMAAN MAULID NABI MUHAMMAD SAW, Di dalam kitab “An-Ni’matul Kubra ‘alal ‘Alami fi Maulidi Sayyidi Waladi Adam” halaman 5-7, karya Imam Ibnu Hajar al-Haitami* _(909-974 H. / 1503-1566 M.), cetakan “Maktabah al-Haqiqat” Istambul Turki, diterangkan tentang keutamaan-keutamaan memperingati maulid Nabi Muhammad SAW._

1. Sayyidina Abu Bakar RA. berkata:

من أنفق درهما على قراءة مولد النبي صلى الله عليه وسلم كان رفيقي في الجنة،

_"Barangsiapa membelanjakan satu  dirham untuk mengadakan pembacaan Maulid Nabi SAW, maka ia akan menjadi temanku di surga._

2. Berkata Sayyidina Umar RA.

من عظم مولد النبي صلى الله عليه وسلم فقد أحيا الإسلام،

_“Barangsiapa mengagungkan Maulid Nabi SAW, maka sesungguhnya ia telah menghidupkan Islam.”_

3. Berkata Sayyidina Utsman RA.:

من أنفق درهما على قراءة مولد النبي صلى الله عليه وسلم فكأنما شهد غزوة بدر وحنين،

_“Barangsiapa membelanjakan satu dirham untuk mengadakan pembacaan Maulid Nabi SAW, maka seakan-akan ia ikut-serta menyaksikan perang Badar dan Hunain.”_

4. Sayyidina Ali RA. berkata:

من عظم مولد النبي صلى الله عليه وسلم وكان سببا لقراءته لا يخرج من الدنيا إلا بالإيمان ويدخل الجنة بغير حساب،

_“Barangsiapa mengagungkan Maulid Nabi SAW, dan ia menjadi sebab dilaksanakannya pembacaan maulid Nabi, maka tidaklah ia keluar dari dunia melainkan dengan keimanan dan akan dimasukkan ke dalam surga tanpa hisab.”_

5. Imam Hasan Bashri RA. berkata:

وددت لو كان لي مثل جبل أحد ذهبا فأنفقته على قراءة مولد النبي صلى الله عليه وسلم،

_“Aku senang sekali seandainya aku memiliki emas sebesar gunung Uhud, maka aku akan membelanjakannya untuk kepentingan memperingati maulid Nabi SAW.”_

6. Imam Junaed al-Baghdadi, semoga Allah membersihkan sir (rahasia)-nya, berkata:

من حضر مولد النبي صلى الله عليه وسلم وعظم قدره فقد فاز بالإيمان،

_“Barangsiapa menghadiri peringatan Maulid Nabi SAW dan mengagungkan derajat beliau, maka sesungguhnya ia akan memperoleh kebahagian dengan penuh keimanan.”_

7. Imam Ma’ruf al-Karkhi, semoga Allah membersihkan sir (rahasia)-nya:

من هيأ طعاما لأجل قراءة مولد النبي صلى الله عليه و سلم و جمع اخوانا و أوقد سراجا و لبس جديدا و تبخر و تعطر تعظيما لمولد النبي صلى الله عليه و سلم حشره الله يوم القيامة مع الفرقة الأولى من النبيين و كان فى أعلى عليين،

_“Barangsiapa menyediakan makanan untuk pembacaan Maulid Nabi SAW, mengumpulkan saudara-saudaranya, menyalakan lampu, memakai pakaian yang baru, memasang harum-haruman dan memakai wangi-wangian karena mengagungkan kelahiran Nabi SAW, niscaya Allah akan mengumpulkannya pada hari kiamat bersama golongan orang-orang yang pertama di kalangan para nabi dan dia akan ditempatkan di syurga yang paling atas (‘Illiyyin).”_

8. Imam Fakhruddin ar-Razi berkata:

ما من شخص قرأ مولد النبي صلى الله عليه وسلم على ملح أو بر أو شيئ أخر من المأكولات الا ظهرت فيه البركة و فى كل شيئ وصل اليه من ذلك المأكول فانه يضطرب و لا يستقر حتى يغفر الله لأكله وان قرئ مولد النبي صلى الله عليه وسلم على ماء فمن شرب من ذلك الماء دخل قلبه ألف نور و رحمة و خرج منه ألف غل و علة و لا يموت ذلك القلب يوم تموت القلوب . و من قرأ مولد النبي صلى الله عليه وسلم على دراهم مسكوكة فضة كانت أو ذهبا و خلط تلك الدراهم بغيرها و قعت فيها البركة و لا يفتقر صاحبها و لا تفرغ يده ببركة النبي صلى الله عليه و سلم،

_“Tidaklah seseorang yang membaca maulid Nabi saw. ke atas garam atau gandum atau makanan yang lain, melainkan akan tampak keberkatan padanya, dan setiap sesuatu yang sampai kepadanya (dimasuki) dari makanan tersebut, maka akan bergoncang dan tidak akan tetap sehingga Allah akan mengampuni orang yang memakannya._

_Dan sekirannya dibacakan maulid Nabi saw. ke atas air, maka orang yang meminum seteguk dari air tersebut akan masuk ke dalam hatinya seribu cahaya dan rahmat, akan keluar daripadanya seribu sifat dengki dan penyakit dan tidak akan mati hati tersebut pada hari dimatikannya hati-hati itu._

_Dan barangsiapa yang membaca maulid Nabi saw. pada suatu dirham yang ditempa dengan perak atau emas dan dicampurkan dirham tersebut dengan yang lainnya, maka akan jatuh ke atas dirham tersebut keberkahan dan pemiliknya tidak akan fakir serta tidak akan kosong tangannya dengan keberkahan Nabi saw.”_

9. Imam Syafi’i, semoga Allah merahmatinya, berkata:

من جمع لمولد النبي صلى الله عليه وسلم إخوانا وهيأ طعاما وأخلى مكانا وعمل إحسانا وصار سببا لقراءته بعثه الله يوم القيامة مع الصادقين والشهداء والصالحين ويكون في جنات النعيم،

_“Barangsiapa mengumpulkan saudara-saudaranya untuk mengadakan Maulid Nabi, kemudian menyediakan makanan dan tempat serta melakukan kebaikan untuk mereka, dan dia menjadi sebab atas dibacakannya Maulid Nabi SAW, maka Allah akan membangkitkan dia bersama-sama golongan shiddiqin (orang-orang yang benar), syuhada (orang-orang yang mati syahid), dan shalihin (orang-orang yang shaleh) dan dia akan dimasukkan ke dalam surga-surga Na’im.”_

10. Imam Sirri Saqathi, semoga Allah membersihkan sir (bathin)-nya:

من قصد موضعا يقرأ فيه مولد النبي صلى الله عليه وسلم فقد قصد روضة من رياض الجنة لأنه ما قصد ذلك الموضع الا لمحبة النبي صلى الله عليه و سلم . وقد قال صلى الله عليه و سلم : من أحبني كان معي فى الجنة،

_“Barangsiapa pergi ke suatu tempat yang dibacakan di dalamnya maulid Nabi saw, maka sesungguhnya ia telah pergi ke sebuah taman dari taman-taman syurga, karena tidaklah ia menuju ke tempat-tempat tersebut melainkan karena cintanya kepada Nabi saw. Sesungguhnya Rasulullah saw. bersabda: “Barangsiapa mencintaiku, maka ia akan bersamaku di dalam syurga.”_

11. Imam Jalaluddin as-Suyuthi berkata:

مامن بيت أو مسجد أو محلة قرئ فيه مولد النبي صلى الله عليه وسلم إلا حفت الملائكة ذلك البيت أو المسجد أو المحلة وصلت الملائكة على أهل ذلك المكان وعمهم الله تعالى بالرحمة والرضوان.
وأما المطوفون بالنور يعنى جبريل و ميكائيل و اسرافيل و عزرائيل عليهم الصلاة و السلام فانهم يصلون على من كان سببا لقراءة النبي صلى الله عليه و سلم. و قال أيضا: ما من مسلم قرأ فى بيته مولد النبي صلى الله عليه و سلم الا رفع الله سبحانه و تعالى القحط والوباء والحرق والغرق والأفات والبليات والبغض والحسد وعين السوء واللصوص من أهل ذلك البيت فاذا مات هون الله عليه جواب منكر ونكير ويكون فى مقعد صدق عند مليك مقتدر. فمن أراد تعظيم مولد النبي صلى الله عليه وسلم يكفيه هذا القدر. ومن لم يكن عنده تعظيم مولد النبي صلى الله عليه وسلم لو ملأت له الدنيا فى مدحه لم يحرك قلبه فى المحبة له صلى الله عليه وسلم.

_“Tidak ada rumah atau masjid atau tempat yg di dalamnya dibacakan maulid Nabi SAW melainkan malaikat akan mengelilingi rumah atau masjid atau tempat itu, mereka akan memintakan ampunan untuk penghuni tempat itu, dan Allah akan melimpahkan rahmat dan keridhaan-Nya kepada mereka.”_

_Adapun para malaikat yang dikelilingi dengan cahaya adalah malaikat Jibril, Mika’il, Israfil, dan Izra’il as. Karena, sesungguhnya mereka memintakan ampunan kepada Allah swt untuk mereka yang menjadi sebab dibacakannya pembacaan maulid Nabi saw. Dan, dia berkata pula: Tidak ada seorang muslimpun yang dibacakan di dalam rumahnya pembacaan maulid Nabi saw melainkan Allah swt menghilangkan kelaparan, wabah penyakit, kebakaran, tenggelam, bencana, malapetaka, kebencian, hasud, keburukan makhluk, dan pencuri dari penghuni rumah itu. Dan, apabila ia meninggal, maka Allah akan memudahkan jawabannya dari pertanyaan malaikat Munkar dan Nakir dan dia akan berada di tempat duduknya yang benar di sisi penguasa yang berkuasa. Dan, barangsiapa ingin mengagungkan maulid Nabi saw, maka Allah akan mencukupkan derajat ini kepadanya. Dan, barangsiapa di sisinya tidak ada pengagungan terhadap maulid Nabi saw, seandainya penuh baginya dunia di dalam memuji kepadanya, maka Allah tidak akan menggerakkan hatinya di dalam kecintaannya terhadap Nabi saw._

Semoga bermanfa'at

Penulis : Ustadz Moh Choiruddin

Saturday, September 29, 2018

Guru Kita Selamanya Akan Tetap Menjadi Guru Kita

"Kita ini beruntung.. " kata Habib Umar al-Muthohhar waktu itu. "Guru-guru kita tidak memberikan kita ujian yg berat seperti ujian yg diberikan ulama-ulama terdahulu, karena mereka tahu hati kita lemah, iman kita lemah tidak seperti santri-santri zaman dahulu.. "

Beliau lalu menceritakan kisah Habib Ali Bin Abdullah Assegaf ketika 'jauh-jauh' datang dari Hadhramaut ke Malibar India untuk berguru kepada Habib Ali Bin Abdullah Alaydrus. Sesampainya ia di depan rumah gurunya dan mengucapkan salam, Sang guru yg waktu itu sedang makan dilantai dua menyuruh Khodamnya melihat siapa yg ada didepan pintu.

"Seorang pencari ilmu dari Seiwun Hadhramaut Habib, namanya Ali Assegaf " Jawab Khodamnya.

Mendengar itu Habib Ali Alaydrus mengambil air bekas cuci tangannya dan memberikannya kepada khodamnya.
"Ambil air ini.. Dan siramkan kepadanya.. "

Dengan segera si khodam mengambil air kobokan itu dan menyiramkannya ke tubuh Habib Ali Assegaf dari lantai dua..
"Mbyuurrr... "

Setengah jam kemudian Habib Ali Alaydrus memanggil khodamnya lagi.

"Coba lihat.. Apakah orang itu masih ada dibawah.. "

Khodamnya melihat kebawah dan ternyata pemuda itu masih berdiri mematung di depan pintu. Malahan ia masih menunduk penuh ta'zhim.

"Masih Ya Habib.. Dia masih ada di bawah.. " jawab khodamnya

"Sekarang.. Bukakan pintu untuknya.." Ujar Habib Ali Alaydrus. Berkat ketulusan dan keteguhannya itu, kelak Habib Ali Assegaf menjadi salah satu murid kesayangan Habib Ali Alyadrus.

Sebagian ulama terdahulu memang mempunyai cara tersendiri dalam menguji keteguhan dan ketulusan santri-santrinya. Tentunya cara-cara 'aneh' yang mereka tempuh dalam mendidik tak lepas dari maksud dan tujuan yg mulia, yg sering kali tak bisa kita ketahui dengan pemahaman dan cara berpikir kita.

Syaikhona KH. Kholil bin Abdul Lathif Bangkalan merupakan salah satu dari ulama yg mendidik murid-muridnya dengan cara-cara unik itu.

Dulu ia mempunyai santri asal Magelang, Manab namanya. Selama liburan - karena termasuk dari golongan yg tak mampu dan tak pernah mendapat kiriman dari orang tuanya - ia bekerja di sawah sekitar pesantren untuk mengumpulkan beberapa ikat padi yg akan ia gunakan sebagai 'sangu' selama mengaji kepada Syaikhona Kholil. Sesampainya di Demangan, kebetulan Syaikhona Kholil waktu itu sedang duduk di luar rumahnya, melihat santrinya datang membawa dua karung beras, beliau berkata :

"Kebetulan ayam-ayamku masih belum makan.."

Manab lekas memahami keinginan Kiyainya, tanpa menunggu lama ia menaburkan beras dua karung itu di kandang ayam-ayam Syaikhona Kholil. Hasil jerih payahnya berbulan-bulan ludes pada waktu itu juga. Sebagai ganti beras itu, Syaikhona Kholil menyuruhnya untuk mengumpulkan daun mengkudu sebagai makanan sehari-harinya. Santri bernama Manab itu kelak akan menjadi ulama besar di zamannya, mendirikan pesantren yg memiliki ribuan santri hingga saat ini, ia yg kelak lebih dikenal dengan KH. Abdul Karim, pendiri Pondok Pesantren Lirboyo Kediri.

Lain lagi dengan yg dialami oleh santri bernama Muhammadun. Sehari sebelum santri asal Lasem itu datang ke Bangkalan, Syaikhona Kholil menyuruh murid-muridnya untuk membuat 'kurungan' ayam. Keesokan harinya Syaikhona Kholil menyambut kedatangan Muhammadun lalu memerintahkannya untuk menjebloskan diri ke dalam kurung ayam itu. Sam'an wa tho'atan ia laksanakan perintah sang guru tanpa protes sedikitpun. Kelak ialah yg akan menjadi salah satu Jago tanah Jawa, menjadi Kiyai Alim nan Kharismatik yg dikenal dengan Mbah Kiyai Maksum Lasem.

Santri asal Tambak Beras Jombang bernama Abdul Wahhab malah memiliki pengalaman yg seru dan menegangkan. Ketika baru sampai di gerbang pondok Syaikhona Kholil, ia disambut oleh Puluhan Santri yg membawa clurit dan pedang dan hendak menyerangnya. Tentu saja ia lari terbirit-birit. Ternyata Syaikhona Kholil sudah mewanti-wanti para muridnya untuk bersiaga di hari itu, kata beliau akan ada 'Macan' yg hendak memasuki area pondok. Dan sialnya, Santri baru bernama Abdul Wahhab itu yg Syaikhona Kholil tuduh sebagai 'Macan' hingga ia menjadi target serbuan para santri.

Keesokan harinya ia kembali lagi, masih juga disambut dengan clurit dan pedang. Ia belum menyerah, ia mencoba lagi di malam ketiga, dan dimalam itu ia berhasil memasuki area ponpes. Karena kelelahan ia tertidur di Musholla Pesantren, Syaikhona Kholil lalu datang dan membangunkannya. Di malam itu ia resmi diterima menjadi Santri Kiyai Kholil. Di masa depan, ialah yg akan menjadi Macan NU. Pengasuh Pesantren Tambak Beras yg kita kenal sebagai Kiyai Wahhab Hasbullah.

"Orang Yang mencari ilmu itu," dawuh al-Imam al-Habib Abdullah bin Alwi Al-Haddad, "Ibaratkan orang yg membawa wadah untuk meminta madu. Jika ia membawa wadah yg kotor, apakah sang pemilik madu akan menuangkan madunya untuknya.. ? Tentunya ia akan menyuruhnya untuk membersihkan wadahnya terlebih dahulu.. "

Na'am, ilmu itu layaknya madu, sedangkan Hati kita adalah wadah untuk 'menampaninya' (menerimanya). Semakin besar rasa ta'zhim dan keyakinan kita terhadap guru kita, semakin besar pula wadah yg kita miliki. Dan tentunya 'barokah' yg kita dapatkan akan lebih banyak dan melimpah. Seringkali para Ulama mengulang-ulangi ucapan ini :

"Al Madad 'Ala Qadril Masyhad"

Pemberian dan pertolongan Allah - yg akan kita peroleh lewat guru kita - itu tergantung rasa ta'zhim, keyakinan dan cara pandang kita terhadapnya..

Semoga - sampai kapanpun- kita tetap bisa menjaga adab dan ta'zhim terhadap para guru kita, para ulama kita, selalu mendapat keridhoan mereka bukan malah menjadi orang yg tak tahu adab dan balas budi, bagaikan kacang yg melupakan kulitnya, karena sejatinya tidak ada guru yg mantan. Guru kita selamanya akan tetap menjadi guru kita..

Monday, April 30, 2018

MUHAMAD SALAH, SALAHNYA DIMANA??

Bagi pembaca yg tidak suka sepak bola, tidak sulit menemukan berita tentang 'Sang Da'i Dari Dunia Lain'. Namanya Muhamad Salah, 25 Tahun. Sang fenomenal dari Mesir. Ejaan Indonesia biasanya SHOLIH atau SHOLEH. Dia tidak butuh gelar Ustad/Kyai untuk berdakwah. Dia tidak butuh panggung untuk berceramah. Dia tidak perlu sorban untuk mengaji. Dia tidak butuh kehadiran jamaah untuk menyeru kebaikan.
Dia berdakwah dengan caranya sendiri. Yakni panggung sepak bola. Fakta tentang Muhamad Salah adalah:
1. Berwudlu sebelum masuk lapangan.
2. Berdoa menjelang bertanding.
3. Sujud syukur tiap usai mencetak gol (sekalipun sujut syukur dalam syariat islam tidak seperti itu. Tapi paling tidak ia telah menyampaikan makna syukur dan syiar islamnya. Sungguh dahsyat).
4. Tertib sholat setiap waktu.
5. Baca al-quran diwaktu-waktu senggang.
6. Sopan dan rendah hati.
7. Sudah Triliyunan (tidak hanya milyaran) dari gaji dan bonus yg ia terima sebagai pesebakbola yg ia sumbangkan untuk pengembangan Islam dan sosial.
8. Rekor 43 gol dalam semusim di klub raksasa Eropa, Liverpool. Ini tidak pernah dilakukan pesepakbola manapun.
9. Pemain terbaik liga Primer Inggris 2017-2018.
10. Kandidat Top score Liga Inggris (Pertandingan kurang 3 kali)
11. Dijuluki "Raja Anfield" yang disayang dan disanjung ratusan ribu pendukung Liverpool.
12. Puluhan bahkan ratusan suporter Liverpool telah masuk islam karenanya.
13. Suasana pertandingin di Stadion Anfield markas Liverpool, pasti membuat merinding. Bagaimana tidak, stadion bergemuruh dg lagu2 sanjungan dengan nada2 heboh. Misal:
"Kami ingin ke Masjid sebagaimana Salah........ "
"Teruslah buat kami gembira dg gol-golmu salah, kami akan masuk islam....."
Dan nada nyanyian-nyanyian sejenis.
14. Survei di Inggris mencatat, hanya dg fenomena Muhamad Salah, Islamphobia menurun 70 %

Lalu bagaimana pandangan fiqh tentang fenomena Dakwah Salah??
Sepakbola dalam kajian fiqh hukum asalnya adalah "Makruh" sama dg cabang olah raga dan permainan yg mengandalkan taktik yang lain, seperti catur, Gaple, remi dan sejenis. Berbeda dg permainanan yang sekedar untung2ngan seperti Ular tangga, dakon dan sejenis. Mayoritas Ulama berpendapat haram.
Permainan yg mengandalkan taktik dan strategi diperbolehkan disebabkan ada nilai hasanah didalamnya, yakni mengasah kecerdasan otak sebagai upaya memenuhi salah satu tujuan syar'i yakni HIFDZUL AQL (menjaga fikiran) dan eksperimen baru dalam strategi perang. Bukankah catur, sepakbola dan sejenis punya pola strategi sama persis dg peperangan???
Sedangkan sisi Makruh (tidak disukai oleh syara), permainan-permainan tersebut Berpotensi menimbulkan lalai pada Alloh, permusuhan dan perjudian. Sehingga bila yakin dampak2 negatif itu terjadi, hukumnya menjadi Haram. Termasuk amrun2 khoriji (hal-hal haram diluar kontek) yg menyertai. Misal tidak menutup aurot standart, saat bermain.
(Lihat Kitab Is'adurofiq, Bulughul Umniyah dan Kaffu al-ri'a' Karya Ibnu Hajar Al-Haitami).

Oleh sebab itu husnudlon kita terhadap Salah tidak salah. Toh kalau ada sebagian yang salah, misal penutup aurot tidak standart, atau semua liga di dunia Pasti masuk dalam agenda bandar-bandar Judi Dunia, sehingga bermain bola sama halnya berkontribusi didalamnya dst.
Betul....
Qoidah fiqh kita berbunyi AL HALAL LA YUHALLILUL HARAM, WAL HARAM LA YUHARRIMUL HALAL
Artinya: "Perkara halal tidak bisa menghalalkan sesuatu yg haram, demikian juga perkara haram tidak bisa mengharamkan sesuatu yg halal".
Jadi yg haram tetap haram, yang halal tetap halal.
Hemat penulis, khusus fenomema Muhamad Salah, tetap tidak salah. Itung2an keuntungan yang diraih pasti jauh lebih besar dibanding pelanggaran2 kecil itu.
Dizaman akhir ini siapa berani angkat telunjuk dalam dakwahnya sesukses Muhamad Salah??
Sekalipun tiap hari berdakwah lewat TV, jadwalnya satu tahun penuh, dst.....
Lalu, apa ada dalam Fiqh istilah hitung-hitungan???

"Dalam kondisi tertentu, sesuatu yang dilarang boleh dilakukan untuk menggapai kemaslahatan yang lebih besar".

Dalam madzhab Hanafi namanya ahkamul mursalah. Misal:
- Suap boleh dilakukan untuk menebus seorang muslim dari tawanan musuh. Itung2anya, menyelamatkan nyawa lebih besar manfaatnya dibanding haramnya suap.
- Membuang hewan ternak ke tengah laut boleh, saat perahu terancam karam sebab kelebihan muatan untuk menyelamatkan para penumpang. Itung2anya, haramnya membunuh hewan dan menyia2kan harta di abaikan. Syariat lebih mengutamakan keselamatan manusia.
- Outopsi jenazah diperbolehkan untuk memastikan penyebab kematian. Itung2anya, kepastian hukum lebih dikedepankan dibanding menjaga kehormatan mayit.
- Dll.
Contoh-contoh ini bisa dicek dalam kitab Qowaidul Ahkam.

Ternyata dakwah itu lebih mengena dengan Haliyah (Tindakan nyata). Bukan hanya teori, apalagi gebuk sana gebuk sini. Teriak sana teriak sini. Apalagi dg melaknat, mencaci dan sejenis.

Lalu apakah kita harus meniru Salah? Untuk semangat dan prinsipnya iya, namun medianya tidak perlu. Silahkan dakwah di medan masing-masing.
Sepakbola adalah Olah raga terpupuler di dunia. Bahkan orang Barat "agamanya'" adalah sepakbola. Sehingga keshalihan Riyad Mahrez (Licester City), N'Golo Kante (Chelsea), Rahim Sterling (Menchester City) dan pemain Islam yg merumput di Liga2 Eropa, turut membantu Muhamad Salah dalam menyampaikan dakwahnya. Hebatnya umumnya kaum santri di Indonesia tergila gila dengan olah raga ini. Tidak heran, disamping ada Liga Santri Indonesia, tiap perhelatan Piala Eropa maupun Piala Dunia, Pondok Pesantren seakan berhenti bernafas. Mengalah Libur. Dilarangpun, santri nekat sekalipun sangsi dari ke amanan pondok menanti.
Wassalam.

(Zahro Wardi, 30 April 2018, PP Darussalam Sumberingin Trenggalek)

Popular Posts

Santri Pesantren.or.id