Hangout

Koetatoa, Tempat Hangout Baru di Semarang yang Tawarkan Sensasi ala Eropa – Solopos.com

FOTO
VIDEO
KOLOM
BERITA UNS
PEMILU 2024
EKSPEDISI PANGAN 2022
KUIS
Koetatoa, sebuah tempat hangout atau nongkrong baru di Kota Semarang, yang menawarkan sensasi ala jalanan Eropa.
SOLOPOS.COM – Koetatoa, tempat hangout atau nongkrong baru di Kota Semarang. (Solopos.com-Adhik Kurniawan)

Survey Berhadiah

Solopos.com, SEMARANG — Sebuah tempat hangout baru untuk menikmati berbagai aneka kuliner hadir di Kota Semarang, Jawa Tengah (Jateng). Sentra kuliner baru di Semarang yang diberi nama Koetatoa ini juga menawarkan sensasi hangout atau nongkrong seperti di jalanan negara-negara Eropa.
Tempat nongkrong baru di Semarang ini terletak di Jalan Brigjen Sudiarto, Kecamatan Pedurungan, Kota Semarang. Sentra kuliner ini memiliki desain yang unik karena mengusung konsep dan bangunan ala Eropa.
PromosiHyperlocal Tokopedia Bikin Omzet Jualan Online Meroket 147%
Dibangun di atas lahan seluas 2.000 meter persegi, Koetatoa memiliki dua tempat berbeda yang asing menjadi lokasi hangout atau nongkrong warga Semarang dan sekitarnya. Pada ruangan pertama, pengunjung akan disuguhkan aneka produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Total ada sekitar 100 stan UMKM di tempat itu yang menyajikan berbagai oleh-oleh khas Semarang, Banyumas, Kudus, Dieng, hingga Jogja.
“Selain oleh-oleh, di depan [ruang pertama] juga ada berbagai aksesoris yang ditawarkan,” ujar staf Marketing Komunikasi (Markom) Koetatoa, Imam Tejo Putra, Jumat (7/10/20220.

Beriklan Dengan Kami

Sementara itu, di lokasi lainnya di Koetatoa, pengunjung akan dimanjakan suasana layaknya jalanan di Eropa lengkap dengan sajian kuliner yang ditawarkan. Ada sekitar 25 tenant penjual makanan mulai dari yang klasik hingga unik yang ditawarkan. Bangunan-bangunan unik yang mengelilingi lokasi itu juga menambah kenyamanan untuk menghabiskan waktu bagi pengunjung yang mencari tempat hangout atau nongkrong di Semarang.
Baca juga: Pemkot Semarang bakal Punya Sentra Kuliner Halal di 2023
“Di belakang sini ada food and beverage (F&B) buat bersantai, menikmati suasana jalanan kota ala-ala bangunan eropa. Ada yang berbentuk [bangunan] Cartagena, Colombia maupun Italia. Makanannya juga cocok buat berbagai kalangan, ada bakso, mi ayam, aneka seafood, pizza, es krim Turki dan banyak lagi,” terangnya.
Dukung UMKM Lokal
Imam pun berharap Koetatoa tak hanya menjadi tempat nongkrong atau hangout baru di Semarang, selain menjadi destinasi baru tempat kuliner. Koetatoa diharap juga bisa mendukung produk-produk UMKM lokal yang ada di Semarang.

Beriklan Dengan Kami

“Semoga hadirnya Koetatoa juga bisa menambah kunjungan wisatawan di Kota Semarang, khususnya Semarang Timur. Sehingga keramaian bisa terpecah, tidak hanya di satu titik, jadi merata,” harapnya.
Baca juga: Asyik Banget! Sensasi Nongkrong hingga Wedding di Resto Kebon Anggur Boyolali
Seorang pengunjung, Budi Retna Ningrum, 66, mengaku baru kali pertama datang ke Koetatoa. Awalnya, ia tak percaya jika di daerah Pedurungan Semarang ada tempat hangout atau nongkrong yang menawarkan sensasi jalanan di Eropa.
“Awalnya karena lihat di Instagram. Aneh aja pas pertama lihat, sempet mikir emang ada. Terus penasaran dan datang ke sini,” kata ibu dua anak itu.
Untuk menikmati sensasi hangout ala jalanan Eropa di Koetatoa, pengunjung pun tidak akan ditarik tarif yang mahal. Pengunjung cukup membayar uang parkir Rp3.000.

Beriklan Dengan Kami

Sementara untuk makanan yang disajikan harganya pun cukup terjangkau mulai Rp10.000 hingga Rp50.000.
Koetatoa ini buka setiap hari mulai pukul 11.00 WIB hingga 21.00 WIB pada hari biasa, dan pukul 11.00-22.00 WIB saat akhir pekan atau weekend.
Daftar dan berlangganan Espos Plus sekarang. Cukup dengan Rp99.000/tahun, Anda bisa menikmati berita yang lebih mendalam dan bebas dari iklan dan berkesempatan mendapatkan hadiah utama mobil Daihatsu Rocky, sepeda motor NMax, dan hadiah menarik lainnya. Daftar Espos Plus di sini.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) di Indonesia telah dirintis sejak 1977 oleh BJ Habibie, atas perintah Presiden Soeharto yang kala itu untuk mendukung sektor pertanian.

Baca juga:   Timnas Futsal Indonesia Berhasil Mengalahkan Jepang 1-0 - IndoSatuNews.com

Wali Kota Pekalongan, Afzan Arslan Djunaid, menyebut jumlah pengungsi akibat banjir di wilayahnya terdata mencapai 1.982 orang.
Sebanyak tiga orang meninggal dunia tersengat aliran listrik atau tersetrum saat banjir melanda Kota Semarang.
Seorang warga Banten melakukan aksi begal terhadap sopir taksi online di Kabupaten Banjarnegara, Jateng.
Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) di Indonesia telah dirintis sejak 1977 oleh BJ Habibie, atas perintah Presiden Soeharto yang kala itu untuk mendukung sektor pertanian.
Bukannya surut, banjir di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah (Jateng), justru kian meluas ke 21 desa di lima kecamatan.
Banjir yang melanda Kota Semarang sejak Sabtu (31/12/2022) membuat sejumlah sekolah meliburkan siswanya.
Nelayan Pulau Nyamuk, Karimunjawa, rela menerjang tingginya ombak atau gelombang lautan menyusul persediaan beras atau pangan yang kian menipis.
Sejumlah wisatawan memutuskan untuk membatalkan reservasi kamar hotel di sekitar kawasan Kota Lama Semarang menyusul banjir yang melanda saat malam pergantian tahun atau Tahun Baru 2023.
Ratusan hektare sawah petani di tiga daerah yang dilanda banjir yakni Jepara, Pati, dan Demak, terancam gagal panen atau puso.
Tradisi siram air bunga memberi arti bahwa dengan pangkat baru yang diemban saat ini, kekurangan yang dulu dulu dapat luntur sehingga personel dapat lebih semangat, lebih baik lagi dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Aparat kepolisian meringkus komplotan perampokan di rumah pengusaha di Kabupaten Batang, Jawa Tengah (Jateng), dengan mengeluarkan tembakan.
Kepala Rutan Salatiga Andri Lesmano mengatakan kegiatan ini untuk memantau langsung keadaan hunian dan memastikan hak–hak WBP terpenuhi.
Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati, mengungkap faktor penyebab banjir yang melanda hampir merata di seluruh wilayah Kota Semarang, Jawa Tengah (Jateng), sejak Sabtu (31/12/2022).
Penjabat (Pj) Wali Kota Salatiga mengingatkan seluruh ASN Kota Salatiga untuk bekerja secara ikhlas, taat aturan dan menjaga integritas.
PT KAI Daops IV Semarang menyebut perjalanan kereta api di wilayahnya yang terdampak banjir sejak Sabtu (31/12/2022) sudah kembali normal pada Senin (2/1/2023).
Copyright © 2007-2023, Solopos Digital Media – Panduan Informasi & Inspirasi. All rights reserved.

Baca juga:   Tempat Nongkrong Terdekat di Surabaya yang Hits dan Bersahabat dengan Kantong

source

Related Articles

Back to top button