Demi Terlihat Seksi, Dinar Candy Konsultasi ke Dokter untuk Kencangkan Beberapa Bagian Tubuhnya

Sukses di panggung hiburan membuat Dinar Sweet harus merawat bentuk tubuhnya agar tetap best serta juga seksi.
Selain merasa gemukan, Dinar Sweet pun menilai bentuk tubuhnya tidak seksi seperti dulu, karena kerap di rumah lantaran pandemi.
Dinar Sweet pun melakukan program eating regimen serta juga bekerjasama dengan dr Yanti, untuk meluncurkan produk pelangsing.
“Saya mau kencangin perut, tangan juga. Saya ingin mau langsing lagi. Agar bokong bervolume atau kencang,” kata Dinar Sweet yang ditemui dalam peluncuran produk SlimiTea, di klinik kecantikan dr.Yanti Aesthetic, di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara.
Langkahnya mengencangkan bokong, karena wanita 28 tahun itu sedang tidak puas dengan bentuk tubuhnya akibat kebanyakan makan yang membuat tubuhnya merasa gemuk.
“Ini aku baru pertama kali kencengin bokong. Jika pakai bikini gitu jadi mau kelihatannya lebih bulat,” ucapnya.
Wanita bernama asli Dinar Miswari itu mengaku penasaran apakah ada dokter yang dapat mewujudkan keinginannya, mengembalikan bentuk tubuhnya yang seksi serta ideal.
“Jadi teknologi ini belum ada di klinik lain, tapi dia (dr.Yanti) ada. Hari ini makanya kita ingin ngelangsingin bokong, perut sama tangan,” jelasnya.
“Jujur aja, qah gua deg-degan juga. Gue dengarnya. Balik yuk balik,” sambung Dinar Candy.
Sementara itu, dr Yanti mengungkapkan bahwa dirinya akan melakukan detoksifikasi selama dua minggu kedepan untuk Dinar Candy.
“Dinar akan lebih lancar bab nya, bak nya, minggu ketiga terjadi penurunan berat badan tapi bertahap. Dua minggu pertama enggak ada penurunan, karena ada detoksifikasi gitu,” terang dr Yanti.
“Lanjut ditambah konsumsi SlimiTea juga selama sebulan,” sambungnya.
dr Yanti mengakui kemauan Dinar Candy memperoleh tubuh best adalah hal wajar, karena tuntutan pekerjaan yang membuatnya harus punya buah dada serta bokong yang bagus.
“Jika kita punya buah dada bagus, tubuh bagus, bokong juga harus direvisi. Padahal itu sangat penting. Jika internasional standar bokong juga penting,” ujar dr Yanti.


