Monday, December 3, 2018

Mengingkari Panji Rasulullah

Ada tiga Hadis yang mengatakan Râyah dan Liwâ' Rasul itu bertuliskan kalimat tauhid : satu ada dalam kitab al-Mu'jam al-Awsath (karya al-Thabrânî) dan dua ada di kitab Akhlâq al-Nabiy (karya Abu al-Syekh al-Ashbahanî).

Dari kajian tentang tiga Hadis tersebut dan tentang Hadis-hadis yang lain dapat disimpulkan beberapa simpulan:
1. Dari segi sanad, tiga Hadis tersebut semuanya dha'if (lemah). Memang ada Hadis tentang Râyah dan Liwâ' Rasul yang kualitasnya di atas dha'if, tetapi tidak bisa dijadikan syahid atau tabi' bagi tiga Hadis tersebut kerena Hadis yang kualitasnya di atas dha'if itu tidak ada redaksi yang mengatakan "dalam/ di atas Liwâ' Rasul tertulis Laa ilaaha illallah (kalimat tauhid)".

2. Dari segi matan, hanya Liwâ' Rasul (bendera berwarna putih) saja yang ada kalimat tauhidnya. Karena redaksinya menggunakan مكتوب فيه dan مكتوب عليه, bukan menggunakan redaksi مكتوب فيهما dan مكتوب عليهما. Jadi tidak ada BENDERA HITAM (Râyah) yang bertuliskan kalimat tauhid.

3. Pendapat seorang Ustadz kemarin yang mengatakan bahwa Panji Rasul itu "jika kainnya hitam maka tulisan kalimat tauhidnya putih dan jika kainnya putih maka tulisan kalimat tauhidnya hitam" itu hanya rekaan pikiran beliau saja. Rekaan itu tidak ada rujukannya pada Hadis walaupun pada Hadis dha'if sekalipun. Jadi jika ada orang mengingkari bendera seperti itu sama sekali tidak bisa dikatakan telah mengingkari Hadis Nabi atau dianggap mengingkari Panji Rasul.

4. Panji Rasul (Râyah atau Liwâ') hanya bendera peperangan untuk membedakan tentara Islam dan musuhnya. Jika ada Ustadz yang mengatakan Panji Rasul pernah di kibarkan di waktu damai karena Panji Rasul itu pernah berkibar dalam "Penaklukan Kota Makkah" yang terkenal sebagai hari kasih sayang, maka klaim itu sangat gegabah. Karena dalam "Penaklukan Kota Makkah" Rasul membawa 10.000 pasukan perang. Juga di kitab-kitab sejarah (dan dalam kitab Hadis yang disusun sesuai tema), "Fath Makkah" (Penaklukan/ Pembebasan Kota Makkah) ada di bab "Peperangan Nabi".

5. Mayoritas Hadis yang bicara tentang Râyah dan Liwâ' Rasul tidak menerangkan Panji Rasul itu bertulisakan kalimat tauhid. Bahkan riwayat-riwayat itu tidak seragam dalam mendiskripsikan warna Panji Rasul. Ada yang mengatakan hitam, putih, kuning, merah dan kuning.

#Moh_Yardho_PP_AL_JAWI

Kang Santri

pesantren.or.id

bersama santri memberdayakan masyarakat

0 comments:

Post a Comment