Monday, April 30, 2018

MUHAMAD SALAH, SALAHNYA DIMANA??

Bagi pembaca yg tidak suka sepak bola, tidak sulit menemukan berita tentang 'Sang Da'i Dari Dunia Lain'. Namanya Muhamad Salah, 25 Tahun. Sang fenomenal dari Mesir. Ejaan Indonesia biasanya SHOLIH atau SHOLEH. Dia tidak butuh gelar Ustad/Kyai untuk berdakwah. Dia tidak butuh panggung untuk berceramah. Dia tidak perlu sorban untuk mengaji. Dia tidak butuh kehadiran jamaah untuk menyeru kebaikan.
Dia berdakwah dengan caranya sendiri. Yakni panggung sepak bola. Fakta tentang Muhamad Salah adalah:
1. Berwudlu sebelum masuk lapangan.
2. Berdoa menjelang bertanding.
3. Sujud syukur tiap usai mencetak gol (sekalipun sujut syukur dalam syariat islam tidak seperti itu. Tapi paling tidak ia telah menyampaikan makna syukur dan syiar islamnya. Sungguh dahsyat).
4. Tertib sholat setiap waktu.
5. Baca al-quran diwaktu-waktu senggang.
6. Sopan dan rendah hati.
7. Sudah Triliyunan (tidak hanya milyaran) dari gaji dan bonus yg ia terima sebagai pesebakbola yg ia sumbangkan untuk pengembangan Islam dan sosial.
8. Rekor 43 gol dalam semusim di klub raksasa Eropa, Liverpool. Ini tidak pernah dilakukan pesepakbola manapun.
9. Pemain terbaik liga Primer Inggris 2017-2018.
10. Kandidat Top score Liga Inggris (Pertandingan kurang 3 kali)
11. Dijuluki "Raja Anfield" yang disayang dan disanjung ratusan ribu pendukung Liverpool.
12. Puluhan bahkan ratusan suporter Liverpool telah masuk islam karenanya.
13. Suasana pertandingin di Stadion Anfield markas Liverpool, pasti membuat merinding. Bagaimana tidak, stadion bergemuruh dg lagu2 sanjungan dengan nada2 heboh. Misal:
"Kami ingin ke Masjid sebagaimana Salah........ "
"Teruslah buat kami gembira dg gol-golmu salah, kami akan masuk islam....."
Dan nada nyanyian-nyanyian sejenis.
14. Survei di Inggris mencatat, hanya dg fenomena Muhamad Salah, Islamphobia menurun 70 %

Lalu bagaimana pandangan fiqh tentang fenomena Dakwah Salah??
Sepakbola dalam kajian fiqh hukum asalnya adalah "Makruh" sama dg cabang olah raga dan permainan yg mengandalkan taktik yang lain, seperti catur, Gaple, remi dan sejenis. Berbeda dg permainanan yang sekedar untung2ngan seperti Ular tangga, dakon dan sejenis. Mayoritas Ulama berpendapat haram.
Permainan yg mengandalkan taktik dan strategi diperbolehkan disebabkan ada nilai hasanah didalamnya, yakni mengasah kecerdasan otak sebagai upaya memenuhi salah satu tujuan syar'i yakni HIFDZUL AQL (menjaga fikiran) dan eksperimen baru dalam strategi perang. Bukankah catur, sepakbola dan sejenis punya pola strategi sama persis dg peperangan???
Sedangkan sisi Makruh (tidak disukai oleh syara), permainan-permainan tersebut Berpotensi menimbulkan lalai pada Alloh, permusuhan dan perjudian. Sehingga bila yakin dampak2 negatif itu terjadi, hukumnya menjadi Haram. Termasuk amrun2 khoriji (hal-hal haram diluar kontek) yg menyertai. Misal tidak menutup aurot standart, saat bermain.
(Lihat Kitab Is'adurofiq, Bulughul Umniyah dan Kaffu al-ri'a' Karya Ibnu Hajar Al-Haitami).

Oleh sebab itu husnudlon kita terhadap Salah tidak salah. Toh kalau ada sebagian yang salah, misal penutup aurot tidak standart, atau semua liga di dunia Pasti masuk dalam agenda bandar-bandar Judi Dunia, sehingga bermain bola sama halnya berkontribusi didalamnya dst.
Betul....
Qoidah fiqh kita berbunyi AL HALAL LA YUHALLILUL HARAM, WAL HARAM LA YUHARRIMUL HALAL
Artinya: "Perkara halal tidak bisa menghalalkan sesuatu yg haram, demikian juga perkara haram tidak bisa mengharamkan sesuatu yg halal".
Jadi yg haram tetap haram, yang halal tetap halal.
Hemat penulis, khusus fenomema Muhamad Salah, tetap tidak salah. Itung2an keuntungan yang diraih pasti jauh lebih besar dibanding pelanggaran2 kecil itu.
Dizaman akhir ini siapa berani angkat telunjuk dalam dakwahnya sesukses Muhamad Salah??
Sekalipun tiap hari berdakwah lewat TV, jadwalnya satu tahun penuh, dst.....
Lalu, apa ada dalam Fiqh istilah hitung-hitungan???

"Dalam kondisi tertentu, sesuatu yang dilarang boleh dilakukan untuk menggapai kemaslahatan yang lebih besar".

Dalam madzhab Hanafi namanya ahkamul mursalah. Misal:
- Suap boleh dilakukan untuk menebus seorang muslim dari tawanan musuh. Itung2anya, menyelamatkan nyawa lebih besar manfaatnya dibanding haramnya suap.
- Membuang hewan ternak ke tengah laut boleh, saat perahu terancam karam sebab kelebihan muatan untuk menyelamatkan para penumpang. Itung2anya, haramnya membunuh hewan dan menyia2kan harta di abaikan. Syariat lebih mengutamakan keselamatan manusia.
- Outopsi jenazah diperbolehkan untuk memastikan penyebab kematian. Itung2anya, kepastian hukum lebih dikedepankan dibanding menjaga kehormatan mayit.
- Dll.
Contoh-contoh ini bisa dicek dalam kitab Qowaidul Ahkam.

Ternyata dakwah itu lebih mengena dengan Haliyah (Tindakan nyata). Bukan hanya teori, apalagi gebuk sana gebuk sini. Teriak sana teriak sini. Apalagi dg melaknat, mencaci dan sejenis.

Lalu apakah kita harus meniru Salah? Untuk semangat dan prinsipnya iya, namun medianya tidak perlu. Silahkan dakwah di medan masing-masing.
Sepakbola adalah Olah raga terpupuler di dunia. Bahkan orang Barat "agamanya'" adalah sepakbola. Sehingga keshalihan Riyad Mahrez (Licester City), N'Golo Kante (Chelsea), Rahim Sterling (Menchester City) dan pemain Islam yg merumput di Liga2 Eropa, turut membantu Muhamad Salah dalam menyampaikan dakwahnya. Hebatnya umumnya kaum santri di Indonesia tergila gila dengan olah raga ini. Tidak heran, disamping ada Liga Santri Indonesia, tiap perhelatan Piala Eropa maupun Piala Dunia, Pondok Pesantren seakan berhenti bernafas. Mengalah Libur. Dilarangpun, santri nekat sekalipun sangsi dari ke amanan pondok menanti.
Wassalam.

(Zahro Wardi, 30 April 2018, PP Darussalam Sumberingin Trenggalek)

Kang Santri

pesantren.or.id

bersama santri memberdayakan masyarakat

0 comments:

Post a Comment