Suatu saat seorang santri berkata kepada sang kyai

Santri: "Pak kyai saya ini sudah bertahun tahun kumpul, berteman, bergaul dgn para ustadz, kyai, orang-orang Sholeh dan Habaib tapi koq cuma begini-begini saja kehidupan saya dari dulu, tidak ada perubahan??"

Kyai: "Jangan terburu-buru kamu ucapakan hal itu, jangan, sekali lagi jangan. Kalau ingin bukti manfaat daripada pertanyaan kamu tadi maka kamu ambil keranjang itu" (sambil menunjuk sebuah keranjang kotor yg biasa ada di bangunan untuk membawa batu2 dan tanah).

Santri: "Untuk apa keranjang tersebut, Kyai?"

Kyai: "Kamu ambilkan air di sana menggunakan keranjang itu dan bawa kesini"

Santri: (bingung sambil takut-takut memberanikan diri bertanya pada sang kyai) "Lho ini keranjang kan bolong2 kyai, mana bisa saya ambil air dgn keranjang ini??"

Kyai: "Kamu ambil saja air itu jgn banyak bertanya"

Santri: "Ya pak kyai" (Langsung berlari ke arah sungai sambil bingung mikir masa keranjang bolong buat ambil air?

Kemudian mulai ambil air dan langsung lari menghadap pak kyai, ternyata benar saja air yang dibawa sudah keburu habis sebelum sampai tujuan. Makin bingung si santri dan mengulang yang kedua, ketiga lama2 kecapaian juga si santri akhirnya bertanya kepada sang kyai)...

"Pak kyai tolong pak, saya sudah capek. Mana mungkin bisa terisi air keranjang yang bolong ini??"

Kyai: "Kamu baru berapa kali mondar mandir? Ayo ambil lagi sana yang banyak airnya ya...!!"

Santri: "Ya pak kyai" (Dengan rasa agak kesal dan wajah yang mulai cemberut santri berlari lagi ambil air dan habis lagi, ambil lagi habis lagi begitu terus setelah 7 atau 9 kali mondar mandir maka berhentilah si santri sambil terengah-engah nafasnya dan berkata)....

"Kapok pak kyai saya sudah tidak kuat lagi, mohon maaf pak kyai saya bener-benar sudah capek sekali"

Kyai: "Kemarilah....keranjang yang tadi waktu awal saya suruh ambil bagaimana keadaannya?"

Santri: "Kotor sekali pak kyai karena buat angkut-amgkut batu, pasir dan tanah"

Kyai: "Sekarang kau lihat keranjang itu masi kotorkah atau sudah bersih??"

Santri: "Bersih pak kyai" (tanpa disadari ternyata keranjang yang tadinya kotor menjadi bersih karena terkena air)

Kyai: "Itulah maksudnya, ketika kamu berteman, bergaul, berkumpul dengan orang-orang Sholeh, maka HATI kamu akan DIBERSIHKAN.

Itu minimal, nah kalo kamu Istiqomah maka kamu akan mendapatkan ilmu yang luar biasa bermanfaat dan barokah serta lancar dalam urusan dunia dan akhirat"

Santri:    "inggih pak kyai"

والله أعلم

Catatan :
berberapa kiai zaman dahulu berkata : ilmu yang barokah dan manfaat di mulain dari bersihnya hatimu


Facebook Google twitter
Family: Kiai Keranjang dan Santri yang Berhati Kotor

pesantren.or.id bersama santri berdayakan masyarakat