Syafaat adalah turunnya pertolongan. Ada ulama yang membagi syafaat ini menjadi dua, yaitu syafaat sughro (kecil) dan syafaat kubro (besar). Banyak pendapat mengenai keduanya, namun yang jelas syafaat sughro adalah syafaat yang diberikan Allah melalui hamba-Nya yang sholeh, sedangkan syafaat kubro adalah syafaat yang diberikan Allah melalui Kanjeng Nabi Muhammad.

Contoh syafaat sughro adalah ketika kita meminta tolong kepada Kyai untuk memecahkan permasalahan hidup dan sang Kyai mengijazahi wirid. Syafaat ini berlaku untuk seluruh umat manusia baik yang muslim dan non-muslim. Mbah Yai Dalhar dulu pernah mengijazahi "shalawat ping sewu" kepada seorang non-muslim, sehingga non-muslim itupun menemukan solusi masalahnya. Mbah Kholil juga dulu mengijazahi istighfar kepada seorang non-muslim, sehingga masalahnya pun terpecahkan.

Sedangkan syafaat kubro itu adalah syafaat melalui tangan Kanjeng Nabi yang mulia langsung, tanpa pihak lain. Ada yang berpendapat ini terjadi hanya ketika Kanjeng Nabi hidup dan ketika kiamat saja, namun ada yang berpendapat itu bisa terjadi setiap masa. Dibuktikan melalui pertemuan hamba Allah dengan Kanjeng Nabi, baik melalui mimpi maupun secara langsung.

Selain penjelasan di atas, masih banyak penjelasan dari berbagai ulama lain tentang syafaat. Namun semuanya bertalian, yaitu semua syafaat itu datang karena ada rasa cinta kepada Nabi, percaya dan melaksanakan sunnah Nabi dan rajin bersholawat keada Nabi. Maka, dari situlah sholawat sangat vital bagi seorang muslim bahkan diwajibkan menurut ahlu fuqoha dan ahlu thariqah.

Sumber Note Syafaat
Facebook Google twitter
Family: Syafaat

pesantren.or.id bersama santri berdayakan masyarakat