Al-Faqih Abul Laitsi berkata, “Seorang yang duduk di sisi seorang yang berilmu walaupun ia tidak dapat menghafalkan ilmunya sedikitpun, maka ia mendapatkan tujuh kemuliaan.
Pertama, ia diberi keutamaan orang-orang yang mencari ilmu.
Kedua, selama ia masih berada di sisi orang yang berilmu, maka ia tercegah dari segala macam dosa.
Ketiga, jika seorang keluar dari rumahnya menuju tempat orang alim, maka rahmat akan turun kepadanya.
Keempat, jika seorang duduk di majelis ta’lim, maka ketenangan dan rahmat akan turun kepadanya.
Kelima, selama ia masih mendengarkan ilmu pengetahuan, maka ia ditulis berbuat ketaatan.
Keenam, jika seorang mendengar majelis ta’lim dan ia tidak memahami pengetahuannya, sehingga hatinya kecewa karena ia tidak mengerti, maka kekecewaan itu akan mendudukkan dirinya dengan kedudukan tinggi di sisi Allah. Allah SWT berfirman, “Aku akan membela orang-orang yang hatinya kecewa karena-Ku.”
Ketujuh, seorang muslim akan memandang seorang alim dengan penghormatan, dan merendahkan orang-orang fasik sehingga menolaknya kepada kefasikan, karena hatinya condong kepada ilmu pengetahuan. Karena itulah Nabi SAW menyuruh umatnya selalu bergaul erat dengan orang-orang saleh.

Betapa mulianya para pencari ilmu agama yang selalu mendambakan agar dirinya dapat memahami ajaran Islam dengan baik dan benar. Di antara cara untuk mendapatkan ilmu yang sesuai dengan ajaran Rasulullah SAW adalah selalu mendekatkan diri kepada para ulama sebagai pewaris Rasulullah SAW.

7 Kemuliaan Pecinta Ilmu
Facebook Google twitter
Family: 7 Kemuliaan Pecinta Ilmu

pesantren.or.id bersama santri berdayakan masyarakat