PERBEDAAN ANTARA SYARI'AH DAN THARIQAH.

Disebutkan dalam kitab ahkam al-fuqahaa' masalaah. No 117;

Wa ammal farqu baina asy-syari'ati wat-thariqati, faqola ash-showi, Wasy-syari'atu al-ahkamu allati syaro'aha rasulullahi saw, 'anillahi 'azza wajalla minal wajibati wal muharramati wal makruhati wal ja_izati. Wath-thariqatu hiya al-amalu bil wajibati wal mandubati wat tarku lilmanhiyati wat takhalli 'an fudluli al-mubahati wal akhdzu bil-ahwathi kal-wara'i wa bir-riyadloti min sahrin waju'in wa sumtin.

Artinya: Perbedaan antara syari'ah dan thariqah, dikatakan oleh imam ash-shaawi (sebagai berikut) Syari'ah adalah hukum-hukum yang berasal dari Allah 'azza wa jalla, yang disampaikan oleh Rasulullah saw, tentang hal-hal / ilmu-ilmu yang wajib di lakukan, yg haram, yang makruh, dan yg jaiz.
Sedangkan thariqah, adalah melaksanakan hal-hal yang wajib dan yang sunnah dikerjakan, meninggalkan hal-hal ygdi larang, tidak melakukan hal-hal yang jaiz/mubah yang tak berguna, memilih prilaku yang paling hati hati seperti wara',dan memilih riyadloh seperti tidak banyak tidur di malamhari, berlapar lapar, dan DIAM (tidak banyak bicara jika tak berguna)Itulah yg di sebut thariqah 'am (umum)
Sedangkan thariqah khas (khusus) di tambah dengan wiridan wiridan khusus dan cara cara khusus dengan syarat berbai'at kepada mursyid yang silsilah sanadnya bersambung kepada rosulullah saw, yg man wiridan dan cara tersebut berasal dari Rasulullah saw.

Para ulama Tasawwuf mengambil perumpamaan, Syari'ah bagaikan perahu, Thariqah Bagaikan lautan, Haqiqah bagaikan mutiara.
Mari kita renungkan dari tiga perumpamaan orang-orang sholeh itu:
PERAHU
LAUTAN
MUTIARA.

"Perahu"
Membangun perahu tidak bisa di tengah laut, tapi bangunlah perahu di daratan,(Seperti Mengerjakan sholat tanpa mengetahui ilmu tentang sholat maka sholatnya tidak sah, walupun caranya benar sekalipun)
Namun Perahu tak akan berfungsi kecuali di lautan maka bawalah perahumu ke lautan, janganlah kau pajang di daratan saja karna nanti akan habis di makan rayap (ilmu pun tak akan berguna jika tidak di kerjakan, maka kerjakanlah ilmumu jika tak mau merugi)
Berlayar di lautan tak akan memperoleh apa-apa  kecuali capek dan mabuk atau bahkan tersesat jika tak menemukan mutiara (Mengamalkan ilmu tersebut tak akan memperoleh apa2 kecuali capek jika tak menemukan keikhlasan dalam beramal)
Sulit untuk memperoleh mutiara di dasar lautan samudra jika tidak bersama orang-orang yang ahli mendapatkan mutiara (sulit akan menemukan keikhlasan jika tak berguru pada orang-orang mukhlisin yang ma'rifah seperti guru mursyid).

"Lautan"
Menyimpan banyak misteri dan barang-barang yang berharga dan antik, Bawalah perahu jika ingin mengarunginya, Namun hati hatilah karna di lautan sangat rawan dan berbahaya jika tidak bersama orang yang ahli, Maka hendaknya bersamalah orang yg ahli jika ingin mengarunginya.

"Mutiara"
Tempatnya di dasar lautan samudra yang tak bertepi, sangat indah dan menawan. Namun Kita tak akan mampu mengambil mutiara di dasar lautan samudra tanpa ada pembimbing, Jika tak percaya cobalah berlayar ke lautan samudra tanpa orang yg ahli.

Marilah Kita berlayar di laut jika ingin memperoleh mutiara, Jika tak mempunyai perahu menumpanglah pada yang punya. Marilah kita berthariqah jika ingin mengetahui haqiqat, jika tak faham syari'ah maka sambil belajar pada yang tahu. Belajar syari'ah sambil berthariqah insyaallah akan tambah cepat mengerti. Dan bagi yang sudah punya perahu jangan kau pajang di daratan saja, bawalah berlayar kelaut samudra namun jika tidak ahli melaut maka carilah orang yang ahli melaut yang bisa membawa perahumu ke samudra. Bagi yang sudah mengerti syari'ah jangan kau banggakan ilmu mu, marilah berthariqah carilah guru mursyid yang silsilah sanadnya bersambung kepada Rasulullah, Jika kau belum mampu mengingat Allah dalam setiap hembusan nafasmu, karena mengingat Allah hukumnya adalah wajib fardlo a'in.

oleh : naqsyandi gresempal


Facebook Google twitter
Family: Beda Syari'ah dan Thoriqoh

pesantren.or.id bersama santri berdayakan masyarakat