Amalan ini Dilakukan Syaikhina KH Abdullah Faqih Lebih dari Empat puluh Tahun. Beliau termasuk orang yang menghadirkan sesosok Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam dalam berbagai ruang dan waktu adalah Syaikhina KH Abdullah Faqih Langitan. Dalam proses pembuatan buku teladan Syaikhina KH Abdullah Faqih, salah satu narasumber mengatakan, "Dan termasuk kebiasaan yang dilakukan oleh Beliau adalah membaca surat at-taubah ayat 128 dan 129 setiap kali bangun tidur serta belum melakukan apapun. Biasanya beliau duduk dan menghadap ke kiblat seraya membaca ayat ini. Selain itu saat membaca berkonsentrasi penuh seolah-olah Rasulullah datang dan melihat beliau ketika membacanya"

Jika diterjemahkan dua ayat di atas berarti:
"Sesungguhnya telah datang kepadamu seorang rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orang-orang mukmin. Jika mereka berpaling (dari keimanan), maka katakanlah: “Cukuplah Allah bagiku; tidak ada Tuhan selain Dia. Hanya kepada-Nya aku bertawakal dan Dia adalah Tuhan yang memiliki Arasy yang agung".

Sumber tersebut juga mengatakan bahwa selain itu setiap ada waktu yang memungkinkan beliau juga membaca dua ayat ini dalam keseharian. Beliau mengistiqomahkan bacaan ini lebih dari 40 tahun.
***
Menurut saya, dari keterangan di atas minimal ada dua pelajaran, yaitu:
1. Beliau usai bangun tidak mau melakukan apapun kecuali menghadirkan sesosok panutannya, yaitu baginda Muhammad Saw. Bahkan dalam dayanya membayangkan Rasulullah hadir atau melihat. Artinya ini menjadi semangat yang luar biasa untuk menjadi pegangan selama beliau melakukan aktifitas hari itu.
Jadi beliau berdakwah, mengaji, berjamaah, atau melakukan hal keseharian ingin seperti rasulullah. Sehingga yang keluar darinya adalah sikap bijak. Bukan mengandalkan keinginan pribadi.

2. Dalam mengarungi samudra kehidupan kita bisa meniru rasulullah memiliki 4 sifat, yaitu:
(1) sangat berat atas penderitaan umatnya,
(2) sangat menginginkan keselamatan umatnya
(3) memiliki belas kasih dan terakhir
(4) menyayangi orang-orang beriman. Empat hal ini pula yang bisa d tiru umat muslim dunia jika ingin mengembangkan peradaban yang mulia.

3. Jika dengan empat pendekatan d atas ummat masih belum bisa kembali kepada jalan yang benar maka menyerahkan segalanya kepada Allah. Bunyi ayat di atas:
Cukuplah Allah bagiku; tidak ada Tuhan selain Dia. Hanya kepada-Nya aku bertawakal dan Dia adalah Tuhan yang memiliki Arasy yang agung".
Jadi kalo kita sudah mengajak kepada kebaikan dan belum berhasil, tidak perlu repot marah-marah atau menyumpahi nya tetapi cukup kita kembalikan kepada Allah Saw. Tugas kita menyampaikan kebenaran, sedangkan petunjuk hanya Allah yang memberikan.
***
Dari keterangan d atas kalau mau meniru, hadirkanlah sesosok nabi Muhammad Saw. Sebelum kita melihat atau memposting tulisan begitu bangun tidur. Atau yang sadar dengan kesehatan, tahanlah sebentar minum air putih, hadirkan dulu Muhammad dalam hatimu. Atau para pebisnis, tahanlah membuka hp untuk janjian ini dan itu. Atau para pedagang tahanlah diri untuk bergegas menyiapkan dagangan ke pasar. Atau... atau... atau... yang lainnya. Pastikan nama Muhammad ada dalam setiap gerak, langkah, dan nafas. Baru lakukan sesuatu.
Shollu alannabi...




Facebook Google twitter
Family: Amalan ini Dilakukan Syaikhina KH Abdullah Faqih

pesantren.or.id bersama santri berdayakan masyarakat