Mungkin kita perlu belajar kepribadian atau akhlaq dari ulama dan kekasih Allah (Wali) yang bernama Hatim Al-'Ashom (Hatim seorang yang tuli)

Hatim Al-'Ashom adalah seorang Auliya besar dan guru besar pada abad ke 3 Hijriyah. Beliau berasal dari Afganistan. Mempunyai banyak susunan kalimat yang indah dan menyejukkan hati dalam kitab-kitabnya.

Sampai-sampai Imam Junaid memujinya :
"Hatim adalah orang yang Shiddiq (jujur) pada zaman kita"

Pertanyaannya adalah..:
"Kenapa Hatim terkenal sebagai Al-'Ashom (orang tuli)..?!"

Apakah digelari Al-'Ashom itu memang beliau tuli beneran..?! Atau Memang nama gelar
pemberian orang tuanya..??!

Kisah tentang Al-'Ashom tersebut berawal dari kejadian :

Suatu hari Hatim sedang duduk-duduk di majlisnya (tempat duduk). Kemudian datanglah kepadanya
seorang perempuan muda dan bertanya sesuatu. Ketika perempuan itu sedang serius dan asyik-asyiknya bertanya, Tiba-tiba keluar dari (dubur)-nya suara angin yang keras tanpa disengaja (kentut). Spontan perempuan tersebut merasa sangat malu dan Hatim faham dengan mimik wajah perempuan tersebut merasa malu.

Kemudian beliau nengekspresikan gaya tingkahnya dengan menaruh tangan dibelakang telinganya,
sambil berkata pada perempuan tersebut :
"Hemm...coba keraskanlah suaramu wahai perempuan... Agar aku bisa mendengarmu..."

Hatim meng-ekspresikan gayanya sebagai orang tuli dihadapan perempuan tersebut. (meskipun sesungguhnya beliau tidaklah tuli). Yang demikian itu bermaksud agar perempuan tersebut tidak merasa malu. Sehingga perempuan itu merasa nyaman, hatinya-pun merasa tenang dan hilanglah
rasa malu yang dia alami. Setelah mendapatkan jawaban atas permasalahannya dihadapan Hatim.

Hikmah :
Marilah kita belajar dari ulama dan auliya seperti Hatim.

Beliau rela menutupi aib-aib sesama muslim sebagai saudaranya.

Sampai-sampai merelakan dirinya digelari dengan kalimat Al-'Ashom (tuli), sepanjang hayat beliau.
Bahkan sepanjang masa hingga sekarang.

Dari Abu Hurairah ra,
Rasulullah saw bersabda :

عن ابي هريرة رضي الله عنه ، عن النبي صلى الله عليه وسلم قال : لا يستر عبد عبدا في الدنيا الا ستره الله يوم القيامة 

"Tidaklah seorang hamba menutupi aib hamba lainnya di dunia. Kecuali Allah swt menutupi
aib-aibnya kelak di hari kiamat.."

Hatim Al-'Ashom (حاتم الاصم) atau (Hatim yang tuli), Beliau sesungguhnya bukanlah orang yang tuli seperti nama yang digelarkan padanya. Bukan pula nama pemberian dari orangtuanya. Ataupun nama gelar nasab keluarganya. Akan tetapi beliau diberi gelar tuli Karena Kisahnya.

diceritakan oleh link


Facebook Google twitter
Family: Hatim Al-'Ashom (Hatim seorang yang tuli)

pesantren.or.id bersama santri berdayakan masyarakat