Terapi tawadhu' Syekh Abdul Qadir Al-Jailani
Jika engkau bertemu dengan orang yang lebih muda , katakanlah di dalam dirimu, ‘orang ini lebih muda, lebih sedikit dosanya. Sedangkan aku sudah tua, sudah banyak dosa-dosa yang telah kuperbuat’, sehingga dirimu akan bersikap tawadhu’.
Jika engkau bertemu dengan orang tua katakanlah di dalam dirimu, ‘orang ini lebih tua dariku, ia telah banyak beribadah kepada Allah. Sedangkan aku masih muda, masih sedikit ibadahnya’, sehingga dirimu akan bersikap tawadhu’.
Jika bertemu dengan orang yang bodoh, maka katakanlah di dalam dirimu, ‘ia adalah orang bodoh, jika berbuat salah ia mudah diampuni, karena ia tidak tahu. Tetapi aku, aku sudah tahu, tetapi aku masih melakukan kesalahan’, sehingg dirimu akan bertawadhu’.
Jika bertemu dengan orang ‘alim, maka katakanlah kepada dirimu, ‘orang ini ‘alim, ilmunya banyak, ibadahnya mudah diterima. Tetapi aku bodoh, ibadahku sulit diterima Allah’, sehingga dirimu akan bertawadhu’.
Ketika berjumpa dengan orang kafir, katakanlah di dalam dirimu, ‘orang ini sekarang kafir, siapa tahu sebelum ia meninggal ia telah menjadi mukmin, dan ia mati dalam keadaan beriman. Tetapi aku sekarang mukmin, tetapi aku tidak tahu apakah nanti aku meninggal masih dalam keadaan mukmin atau malah menjadi kafir, na’udlubillah’. Sehinga dirimu akan bertawadhu’.
Ketika melihat binatang, katakanlah di dalam dirimu, ‘binatang ini setelah mati tidak akan ditanyai dalam kubur, ia juga tidak dimintai pertanggungan jawab di akhirat nanti. Tapi aku, di dalam kubur akan ditanya dan akan dimintai pertanggungan jawab di akhira kelak’, sehingga dirimu menjadi tawadhu.

Facebook Google twitter
Family: Terapi tawadhu' Syekh Abdul Qadir Al-Jailani

pesantren.or.id bersama santri berdayakan masyarakat