Ibnu Hajar Al-Asqolany berkata:

 أن النافلة لا تقدم على الفريضة لأن النافلة انما سميت نافلة لأنها تأتي زائدة على الفريضة 

Sesungguhnya perkara sunnah itu tidak didahulukan atas perkara fardlu, karena kesunnahan itu hanyalah tambahan atas perkara fardlu…

 قال بعض الأكابر : ” من شغله الفرض عن النفل فهو معذور ، ومن شغله النفل عن الفرض فهو مغرور 
[ فتح الباري – ابن حجر ] (11/343) 

Sebagian ulama besar berakta :
 “Barang siapa yang menyibukkan diri pada perkara Fardlu daripada kesunnahan maka dia dimaafkan (udzur), Tapi siapa yang menyibukkan diri pada perkara Sunnah daripada Fardlu maka dia itu adalah orang yang tertipu (hatinya oleh syetan)”. Fathul Bari 11/343

Jangan Tinggalkan Kewajiban demi Kesunnahan dan Harusnya bisa beriringan, tapi perkara yang fardlu yang harus didahulukan setelah itu perkara sunnah. Ada yang seperti itu? atau banyak orang yang meributkan perkara yang dianggap “sunnah” sampai-sampai Ia memutuskan persaudaraan dan mencomooh orang yang tidak melakukannya.

 ‪wa Allahu’alam!!!

Sumber dari : Jangan Tinggalkan Kewajiban demi Kesunnahan
Facebook Google twitter
Family: Jangan Tinggalkan Kewajiban demi Kesunnahan

pesantren.or.id bersama santri berdayakan masyarakat