Thursday, February 15, 2018

Obat Ampuh Dari Air Hujan di Kitab An Nawadir Syekh Syihabuddin bin Salamah Al Qulyuby


Diceritakan sebuah hadits dalam kitab An Nawaadir ; Dari Malaikat Jibril kepada Rasulullaah shallallaahu 'alaihi wasallam tentang obat super ampuh air hujan;

فائدة ; روي أنه صلى الله عليه وسلم قال: علمني جبريل دواء لا أحتاج معه إلى دواء ولا طبيب ، فقال أبو بكر وعمر وعثمان وعلي رضي الله عنهم ; وما هو يا رسول الله ؟ إن بنا حاجة إلى هذا الدواء . فقال ; يؤخذ شيئ من ماء المطر وتتلى عليه فاتحة الكتاب ، وسورة الإخلاص ، والفلق ، والناس ، وآية الكرسي ، كل واحدة سبعين مرة ويشرب غدوة وعشية سبعة أيام . فو الذي بعثني بالحق نبيا ، لقد قال لي جبريل ; إنه من شرب من هذا الماء رفع الله عن جسده كل داء وعافاه من جميع الأمراض والأوجاع ، ومن سقي منه امرأته ونام معها حملت بإذن الله تعالى ". ويشفي العينين ، ويزيل السحر ، يقطع البلغم ، ويزيل وجع الصدر والأسنان والتخم والعطش وحصر البول ، ولا يحتاج إلى حجامة ولا يحصى ما فيه من المنافع إلا الله تعالى ، وله ترجمة كبير اختصرناها، والله اعلم . ( كتاب النوادر للإمام القليوبي رحمه الله تعالى آمين ، ص ؛ ١٩٤ ). 


Artinya: "Faedah" Diriwayatkan bahwasanya Nabi Muhammad shallallaahu 'alaihi wasallam bersabda di hadapan para sahabatnya : 
"Di ajarkan kepadaku oleh Malaikat Jibril tentang satu obat yang tidak memerlukan kepada obat yang lain dan tidak pula membutuhkan kepada para dokter. 

Kemudian sahut Abu Bakar, Umar, Utsman, dan sahabat Ali radhiyallahu an'hum bertanya: 
"Apa itu wahai Rasulullah? Sesungguhnya  kami sangat membutuhkan obat itu ?" 
Kemudian Rosulullah shollallaahu 'alaihi wasallam berkata : 
"Ambillah secukupnya dari air hujan, lalu bacakanlah surat Al-fatihah, surat Al-ikhlas, surat Al-falaq, surat An-nas dan Ayat Al-Kursi. Setiapnya (masing-masing) dibaca 70 kali, Dan diminum pada pagi dan petang selama tujuh hari. 
Demi Dzat yang mengutuskanku dengan yang benar sebagai seorang nabi, kata Rasulullah : Sesungguhnya malaikat jibril telah menyatakan kepadaku: 
Barang siapa yang meminum air ini niscaya Allah akan menghilangkan semua penyakit yang ada dalam tubuhnya dan menyembuhkan dari segala penyakit yang ada. 

Dan barangsiapa yang memberi air itu untuk istrinya dan tidur bersama istrinya niscaya istrinya akan hamil dengan izin Allah swt.
Dan air tersebut juga dapat menyembuhkan dua mata yang sakit, menghilangkan penyakit sihir, dan menghilangkan dahak dan menghilangkan sakit dada, gigi, pencernaan, sembelit, dan kencing yang tidak lancar.
Dan juga tidak dibutuhkan kepada membekam, serta masih banyak faedah-faedahnya yang lain tidak terhingga kecuali oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala.
Mengenai tentang keutamaan air tersebut ada satu tarjamah besar yang telah kami (mushannif) ringkas. Sesungguhnya Allah Subahanahu wa Ta'ala lah yang maha mengetahui.

(Sumber: Kitab An Nawadir, halaman ; 194 karya Syekh Syihabuddin bin Salamah Al-Qulyuby )


Cara simpelnya begini:

Sekali buat ambil sekalian air hujan yang kiranya cukup untuk di minum pagi sore selama 7 hari..

Al-fatihah70x
Al ikhlas70x
Al falaq 70x
An nas 70x
Ayat kursi 70x

Setelah itu baca doa ini:


اللّهُمَّ رَبَّ النَّاسِ

أَذهِبِ البَأسَ

اشفِ…..!!!! أَنتَ الشَّافِيء

لَا شِفَاءَ إِلَّا شِفَاوءُكَ

شِفَاءً لَا يُغَادِرُ سَقَمًا

Allahumma robban naas
 Adzhibil ba’sa
Isyfi … (fulan bin fulan) !!
Antasy syaafi’
Laa syifaa’a illaa syifaa-uk
syifaa-an laa yughoodiru saqoman 7x

Arti:
Wahai Allah Tuhan manusia
Hilangkanlah rasa sakit ini
Sembuhkanlah … sakitku atau sakitnya (fulan bin/binti fulan) !!!!!
Engkaulah Yang Maha Penyembuh
Tidak ada kesembuhan yang sejati kecuali kesembuhan yang datang dari-Mu. Yaitu kesembuhan yang tidak meninggalkan komplikasi rasa sakit dan penyakit lain.


Terus dikasihkan atau diminumkan ke orang yg sakit.. minum saat pagi dan sore hingga 7 hari.
yang sakit SAAT mau minum anjurin baca bismillah dan sholawat serta mohon pada ALLAH to kesembuhan sakitnya!


Wallahu a'lam

Obat Ampuh Dari Air Hujan di Kitab An Nawadir Syekh Syihabuddin bin Salamah Al Qulyuby

Sunday, February 11, 2018

MALAIKAT MAUT IZROIL

Malaikat Maut, Izroil, 70 kali dalam sehari semalam mengunjungi kita .

jadi 1 hari=24 jam=1440 menit. 1440 menit/70 kali malaikat melihat  kita=20.571 menit, itu berarti Sang pencabut nyawa menziarahi kita setiap 21 menit

ﻭ ﺭﻭﻯ ﺃﺑﻮ ﻫﺪﺑﺔ ﺇﺑﺮﺍﻫﻴﻢ ﺑﻦ ﻫﺪﺑﺔ ﻗﺎﻝ : ﺣﺪﺛﻨﺎ ﺃﻧﺲ ﺑﻦ ﻣﺎﻟﻚ ﻗﺎﻝ : ﻗﺎﻝ ﺭﺳﻮﻝ ﺍﻟﻠﻪ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭ ﺳﻠﻢ ﺇﻥ ﻣﻠﻚ ﺍﻟﻤﻮﺕ ﻟﻴﻨﻈﺮ ﻓﻲ ﻭﺟﻮﻩ ﺍﻟﻌﺒﺎﺩ ﻛﻞ ﻳﻮﻡ ﺳﺒﻌﻴﻦ ﻧﻈﺮﺓ ﻗﺎﻝ : ﺇﺫﺍ ﺿﺤﻚ ﺍﻟﻌﺒﺪ ﺍﻟﺬﻱ ﺑﻌﺚ ﺇﻟﻴﻪ ﻗﺎﻝ : ﻳﻘﻮﻝ ﻋﺠﺒﺎ ﺑﻌﺜﺖ ﺇﻟﻴﻪ ﻷﻗﺒﺾ ﺭﻭﺣﻪ ﻭ ﻫﻮ ﻳﻀﺤﻚ. ﻭ ﺍﻟﻠﻪ ﺃﻋﻠﻢ
التذكرة للقرطبي ص ٢٤

Dan diriwayatkan oleh Abu Hadbah Ibrahim bin Hadbah, dia berkata: Telah bercerita kepadaku Anas bin Malik, dia berkata: Rasulullah saw. bersabda:
Sesungguhnya malaikat maut setiap hari memandang wajah setiap hamba sebanyak 70 kali.

Nabi bersabda:
Apabila tertawa seorang hamba yang sedang diutus malaikat maut kepadanya,

Nabi besabda:
Malaikat maut akan mengatakan dalam keadaan keheranan: Aku diutus kepadanya untuk mencabut ruhnya, sementara dia tertawa.

kitab : Tadzkirah lilQurthuby hal 24
smga bermanfaat

MALAIKAT MAUT IZROIL

Saturday, February 10, 2018

Jihad Kebangsaan dan Jihad Keislamaan

Mengutip KH. Maimun Zubair:
“Masa sekarang sudah tidak ada khilafah. Tidak ada negara Islam. Semuanya negara nasional … Pada masa sekarang kalau bangsanya tidak dijunjung maka akan runtuh.”

Karenanya, Islam tidak anti terhadap eksistensi negara bangsa sebagaimana yang berkembang dewasa kini. Islam menempatkan negara bangsa sebagai bagian penting sebagai wasilah untuk mencapai kemaslahatan. Berkaitan hal ini Syaikh Wahbah az-Zuhaili menyatakan:

فَإِنَّ الْإِسْلَامَ لَا يَأْبَى الْاِعْتِرَافَ بِالتَّنْظِيمِ الدَّوْلِيِّ الْقَائِمِ عَلَى أَسَاسِ الْحُدُودِ الْجُغْرَافِيَّةِ، لِأَنَّ ذَلِكَ مِنَ الْوَسَائِلِ التَّنْظِيمِيَّةِ.   
“Maka sungguh Islam tidak enggan mengakui sistem kenegaraan yang eksis berdasarkan batas-batas geografis, sebab itu bagian dari sistem yang menjadi wasilah (untuk mencapai kemaslahatan manusia).”

Namun demikian prinsip ini tidak menafikan pembelaan terhadap kaum muslimin yang terzalimi di manapun berada. Akan tetapi perlu dipahami, bahwa komando perang militer hanya merupakan kewenangan pemimpin pemerintahan dan rakyat harus menaati kebijakannya. Al-Muwaffiq Ibn Qudamah al-Maqdisi (541-620 H/1146-1223 M) menegaskan:

وَأَمْرُ الْجِهَادِ مَوْكُولٌ إِلَى الْإِمَامِ وَاجْتِهَادِهِ وَيَلْزَمُ الرَّعِيَّةَ طَاعَتُهُ فِيمَا يَرَاهُ مِنْ ذَلِكَ.
“Urusan jihad dipasrahkan kepada pemimpin negara dan ijtihadnya, dan rakyat wajib menaati kebijakannya dalam urusan tersebut.”

Perang militer termasuk bagian dari hukum-hukum kenegaraan. Tidak ada perbedaan pendapat ulama bahwa siasat perang, deklarasi, gencatan senjata, analisis straregi dan dampaknya, semuanya masuk dalam hukum kenegaraan. Rakyat, siapapun itu tidak boleh secara ilegal tanpa izin dan persetujuan pemimpin negara ikut campur atas kebijakannya. Rakyat, siapapun itu, tidak boleh memerangi orang yang berbeda agama hanya berdasarkan menuruti hawa nafsu.

Kewajiban jihad dalam konteks negara bangsa juga sudah terpenuhi dengan kebijakan negara dalam menjaga kedaulatan, menjaga tapal-tapal perbatasan dan memperkuat struktur kekuatan militer dan semisalnya. Bahkan sebenarnya, kewajiban jihad militer adalah kewajiban yang bersifat sebagai perantara (wasilah), bukan sebagai tujuan senyatanya. Karena maksud utamanya adalah menyampaikan hidayah agama.

Dari sini menjadi jelas, pada hakikatnya karakter dasar Islam adalah agama damai dan selalu mengutamakan upaya-upaya kedamaian sebisa mungkin. Perang merupakan solusi terakhir (tindakan darurat) yang dilakukan untuk menjaga perdamaian dan kemaslahatan umat manusia. Perang merupakan strategi taktis dan hanya dilakukan dalam kondisi darurat untuk menjaga kelestarian umat manusia, mencegah kejahatan dan menolak kezaliman di muka bumi. Demikianlah hakikat jihad sebenarnya dalam Islam yang sesuai dengan nash-nash fuqaha dan selaras dengan hadits Nabi Saw:

لاَ تَتَمَنَّوْا لِقَاءَ العَدُوِّ وَاسْأَلُوا اللهَ العَافِيَةَ، فَإذَا لَقِيتُمُوهُمْ فَاصْبِرُوا (مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ)
“Janganlah kalian mengharap bertemu musuh dan mintalah keselamatan kepada Allah. Namun demikian, bila kalian menemuinya maka bersabarlah.” (Muttafaq ‘Alaih)

JIHAD DALAM KONTEKS NEGARA BANGSA DI ERA MODERN

Keputusan Bahtsul Masail PWNU Jawa Timur di PP Sunan Bejagung Tuban
10-11 Februari 2018

KOMISI MAUDHU'IYYAH

*Perumus:*
KH. Arsyad Bushairi
KH. Azizi Hasbullah
KH. Suhaeri Idrus
K. Fauzi Hamzah Syam
Ahmad Muntaha AM
Ma'ruf Khozin
Faris Khoirul Anam Lc., M.H.I.

Tuban, 11 Februari 2018

Friday, February 9, 2018

Ijazah Doa dari KH. Hasyim Asy'ari

Ijazah Doa dari KH. Hasyim Asy'ari
berikut doanya :

 دُعَاءُ حَضْرَةِ الشَّيْخِ كِيَاهِي حَاجِي مُحَمَّدْ هَاشِمْ أَشْعَرِي رَحِمَهُ الله 

اَللّٰهُمَّ أَيْقِظْ قُلُوْبَ الْعُلَمَاءِ وَالْمُسْلِمِيْنَ مِنْ نَوْمِ غَفْلَتِهِمِ الْعَمِيْقِ وَاهْدِهِمْ إِلَى سَبِيْلِ الرَّشَادِ. اَللّٰهُمَّ يَا حَيُّ يَا قَيُّوْمُ أَحْيِ جَمْعِيَّتَنَا جَمْعِيَّةَ نَهْضَةِ الْعُلَمَاءِ حَيَاةً طَيِّبَةً إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ بِبَرَكَةِ “فَلَنُحْيِيَنَّهُ حَيَاةً طَيِّبَةً (النحل: ٩٧)”، “فَاجْعَلْ أَفْئِدَةً مِنَ النَّاسِ تَهْوِيْ إِلَيْهِمْ وَارْزُقْهُمْ مِنَ الثَّمَرَاتِ لَعَلَّهُمْ يَشْكُرُوْنَ (ابراهيم: ٣٧٧)”. وَارْزُقْهُمْ قُوَّةً غَالِبَةً عَلَى كُلِّ بَاطِلٍ وَظَالِمٍ وَفَاحِشٍ وَسُوْءٍ لَعَلَّهُمْ يَتَّقُوْنَ
(٣x بعد المفروضة)

أجازنا الشيخ خطيب عمر، عن والده الشيخ عمر، عن الشيخ أسعد شمس العارفين، عن حضرة الشيخ محمد هاشم أشعري رحمهم الله

Artinya : “Ya Allah, bangunkanlah hati para ulama dan umat Islam dari kelalaian yang dalam dan berkepanjangan dan tuntunlah mereka ke jalan petunjuk-Mu. Ya Allah, yang Maha Hidup lagi Maha Berdiri Sendiri, hidupkanlah Jam’iyah kami Jam’iyyah Nahdlatul Ulama (NU) dengan kehidupan thoyyibah (kehidupan yang baik sesuai kehendak-Mu) hingga hari Kiamat dengan berkah ayat:

فَلَنُحْيِيَنَّهُ حَيَاةً طَيِّبَةً (النحل: ٩٧) ، فَاجْعَلْ أَفْئِدَةً مِنَ النَّاسِ تَهْوِيْ إِلَيْهِمْ وَارْزُقْهُمْ مِنَ الثَّمَرَاتِ لَعَلَّهُمْ يَشْكُرُوْنَ (ابراهيم: ٣٧٧

“Maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik” (Qur’an Surat An-Nahl : 97). “Maka jadikanlah hati sebagian manusia cenderung kepada mereka dan beri rezekilah mereka dari buah-buahan, mudah-mudahan mereka bersyukur” (Qur’an Surat Ibrahim: 37). Dan karuniakanlah mereka rizqi (berupa) kekuatan yang mengalahkan kebathilan, kedzaliman, ketidaksenonohan dan keburukan agar mereka bertaqwa.”

*Dari KH Khotib Umar, dari ayahnya KH Umar, dari KH As’ad Syamsul Arifin, dari Hadratussyaikh KH Muhammad Hasyim Asy’ari
🙏🙏🙏

Wednesday, February 7, 2018

BACALAH AL-QUR'AN WALAUPUN SUDAH HAFAL

Guru kita Al Habib Umar bin Hafidz, beliau hafidz Qur'an, namun beliau tetap membaca Al Qur'an.

Ketika Habibana Munzir menanyakan pada beliau, "kenapa masih membaca Al Qur'an dalam sholat dan juga sering di luar sholat padahal beliau hafal Al-Qur'an"?, Beliau menjawab, "Jika Aku memakai hafalanku saja, maka kedua mataku tak terlibat pahalanya, juga kedua tanganku"

➖➖➖➖➖➖➖➖➖
قال السيوطي في الإتقان 1 / 287
الْقِرَاءَةُ فِي الْمُصْحَفِ أَفْضَلُ مِنَ الْقِرَاءَةِ مِنْ حِفْظِهِ لِأَنَّ النَّظَرَ فِيهِ عِبَادَةٌ مَطْلُوبَةٌ.

“Membaca Al-Qur’an di mushaf itu lebih utama dari membacanya secara hafalan karena ketika melihatnya terdapat nilai ibadah tersendiri yang dicari.”

ورد مرفوعا: قراءة الرجل في غير المصحف ألف درجة وقراءته في المصحف تضاعف ألفي درجة

". Rasulullah ﷺ bersabda : "Bacaan al Qur'an seseorang tanpa melihat mushaf adalah seribu derajat ( pahalanya), dan bacaannya dengan melihat mushaf adalah dilipatkan sampai dua ribu derajat. (Hr. Baihaqi fi Syu'abul Iman).

اللهم صل وسلم على سيدنا محمد وعلى اله وصحبه اجمعين

BACALAH AL-QUR'AN WALAUPUN SUDAH HAFAL

Thursday, February 1, 2018

BAGAIMANA ENGKAU MEMANDANG GURUMU?

Al Imam Ali bin Hasan al Atthas mengatakan :
ﺍﻥ ﺍﻟﻤﺤﺼﻮﻝ ﻣﻦ ﺍﻟﻌﻠﻢ ﻭﺍﻟﻔﺘﺢ ﻭﺍﻟﻨﻮﺭ ﺍﻋﻨﻲ ﺍﻟﻜﺸﻒ ﻟﻠﺤﺠﺐ، ﻋﻠﻰ ﻗﺪﺭ ﺍﻻﺩﺏ ﻣﻊ ﺍﻟﺸﻴﺦ ﻭﻋﻠﻰ ﻗﺪﺭ ﻣﺎ ﻳﻜﻮﻥ ﻛﺒﺮ ﻣﻘﺪﺍﺭﻩ ﻋﻨﺪﻙ ﻳﻜﻮﻥ ﻟﻚ ﺫﺍﻟﻚ ﺍﻟﻤﻘﺪﺍﺭ ﻋﻨﺪ ﺍﻟﻠﻪ ﻣﻦ ﻏﻴﺮ ﺷﻚ
" Memperoleh ilmu, futuh dan cahaya (maksudnya terbukanya hijab2 batinnya), adalah sesuai kadar adabmu bersama gurumu. Kadar besarnya gurumu di hatimu, maka demikian pula kadar besarnya dirimu di sisi Allah tanpa ragu ".
(al Manhaj as Sawiy : 217).

Imam Nawawi ketika hendak belajar kepada gurunya, beliau selalu bersedekah di perjalanan dan berdoa, " Ya Allah, tutuplah dariku kekurangan guruku, hingga mataku tidak melihat kekurangannya dan tidak seorangpun yg menyampaikan kekurangan guruku kepadaku ".
(Lawaqih al Anwaar al Qudsiyyah : 155).

Beliau pernah mengatakan dalam kitab At Tahdzibnya :
ﻋﻘﻮﻕ ﺍﻟﻮﺍﻟﺪﻳﻦ ﺗﻤﺤﻮﻩ ﺍﻟﺘﻮﺑﺔ ﻭﻋﻘﻮﻕ ﺍﻻﺳﺘﺎﺫﻳﻦ ﻻ ﻳﻤﺤﻮﻩ ﺷﻲﺀ ﺍﻟﺒﺘﺔ
" Durhaka kepada orang tua dosanya bisa hapus oleh taubat, tapi durhaka kepada ustadzmu tidak ada satupun yg dapat menghapusnya ".
Habib Abdullah al Haddad mengatakan " Paling bahayanya bagi seorang murid, adalah berubahnya hati gurunya kepadanya. Seandainya seluruh wali dari timur dan barat ingin memperbaiki keadaan si murid itu, niscaya tidak akan mampu kecuali gurunya telah ridha kembali ".
(Adaab Suluk al Murid : 54).

Seorang murid sedang menyapu madrasah gurunya, tiba2 Nabi Khidir mendatanginya. Murid itu tidak sedikitpun menoleh dan mengajak bicara nabi Khidhir. Maka nabi Khidhir berkata, " Tidakkah kau mengenalku ?. Murid itu menjawab, " ya aku mengenalmu, engkau adalah Abul Abbas al Khidhir ".
Nabi Khidhir, " kenapa kamu tidak meminta sesuatu dariku ?".
Murid itu menjawab, " Guruku sudah cukup bagiku, tidak tersisa satupun hajat kepadamu ".
(Kalam al Habib Idrus al Habsyi : 78).

Al Habib Abdullah al Haddad berkata, " Tidak sepatutnya bagi penuntut ilmu mengatakan pada gurunya, " perintahkan aku ini, berikan aku ini !", karena itu sama saja menuntut untuk dirinya. Tapi sebaiknya dia seperti mayat di hadapan orang yg memandikannya ".
(Ghoyah al Qashd wa al Murad : 2/177).

Para ulama ahli hikmah mengatakan, " Barangsiapa yang mengatakan " kenapa ?" Kepada gurunya, maka dia tidak akan bahagia selamanya ".
(Al Fataawa al Hadiitsiyyah : 56).
Para ulama hakikat mengatakan, " 70% ilmu itu diperoleh sebab kuatnya hubungan ( batin,adab dan baik sangka )antara murid dengan gurunya ".

BAGAIMANA ENGKAU MEMANDANG GURUMU?

Nasihat KH Mufid Mas'ud (Pendiri Pondok Pesesantren Sunan Pandan Aran)

Beberapa nasihat KH Mufid Mas'ud (Pendiri PonPes Sunan Pandan Aran) yang diingat para santrinya.

1)Yen wes Khatam Qur'an, kudu riyadhoh diposoni dideres ono jero sholat sampek Al Qur'an benar2 mendarah daging.
(Kalau sudah hatam, Al-Qur'an harus diriyadhohi/tirakati dengan puasa, baca hafalan Al Qur'an dalam sholat sampai benar2 mendarah daging).

2)kowe wes Hatam Qur'an ojo kemaki wes lancar..tur ora sregep nderes.. aku iki wes hatam puluhan tahun ngroso durung lancar isih kudu nderes.
(kalian itu (jika) sudah hatam jangan sombong merasa sudah lancar.. terus tidak rajin tadarrus.. saya ini sudah hatam puluhan tahun (tetap) merasa belum lancar sampai sekarang masih harus terus tadarrus)

3)Al Qur'an saiki dideres ibarat koyo ngumbe jamu rasane pahit, ning awak sehat... mengko2 nek wes istiqomah nderes rasane manis koyo madu..
(Al-Qur'an sekarang dibaca ibarat minum jamu rasanya pahit, tapi menyehatkan badan. Nanti kalo sudah istiqomah dibaca rasanya manis seperti madu)

4)kabeh santriku ojo sampek wayoh.. duwe siji sing gemati diagem sampek mati.. nek ono santri sing wayoh engko tak keplaki.
(semua santri saya jangan sampai poligami...punya satu yg cinta sampai mati.. kalo ada yang poligami saya tempeleng....)

5)Aku ora ngaramke rokok.. kerono akeh kyai sing podo ngerokok.. aku nderek Kyai Munawwir sing ora ngerokok.. dadi kowe kabeh santriku yo ojo ngerokok...cangkem gawe deres Qur'an kok di obong..
(saya tidak mengharamkan rokok ... karena banyak kyai yang merokok...  tapi saya ikut Kyai Munawwir  yang tidak merokok. jadi kalian kalau jadi santri saya  ya jangan merokok.. mulut untuk baca Al Qur'an kok dibakar..)

6)Nek gawe omah diniyati gawe hurmat tamu insya Allah barokah lan gampang rizkine..     
(kalo bikin rumah diniatkan untuk menghormati tamu ... insya  Allah barokah dan banyak rizkinya)

7)Ananda semua kalo mau bikin pondok jangan bergantung kepada makhluk.. jaluk tenenan nang Gusti Allah liwat Al Qur'an lan Sholawat kanjeng Nabi..
(anakku semua kalo ingin mendirikan pesantren jangan bergantung kepada makhluk...mintalah dengan bersungguh-sungguh kepada Allah melalui Al Qur'an dan sholawat kpd baginda Nabi)

8)Aku ora pingin duwe santri sing dadi muballigh ceramah2 ning subuhe karipan..
kaburo maqtan 'indallooh....
(saya tidak ingin punya santri yang jadi muballigh rajin ceramah, tapi subuhnya kesiangan...
كبر مقتا عند الله أن تقولوا ما لا تفعلون)

9) Ahli Qur'an iku wong kang wedi karo Gusti Alloh.. dudu karo makhluk..   
(Ahli Qur'an adalah orang yang takut kepada Allah.. bukan kepada makhluk..)

10)Santriku ojo pengin dadi PNS dadi bature negoro.. hidmah nang Qur'an sing tenanan insya Allah mulyo dunyo akhirat..   
(Santri saya jangan kepingin jadi PNS, jadi abdi negara. hidmah kepada Al Qur'an dengan sungguh-sungguh,  insya Allah  mulia dunia akhirat)

11) Ahli Qur'an iku ojo seneng omong kosong, bengi melek ora nderes iku dudu huffadz tapi huffasy (lowo/codot). 
(ahli Qur'an itu jangan senang bicara tidak berfaedah, malam bangun tidak tadarrus itu bukan huffadz tapi huffasy <kelelawar>....)
Dan masih banyak nasehat yang lain yang diterima para santrinya yang belum dicatatkan.

Semoga para santri bisa mengamalkan dan menteladani beliau..
Amin...

Malam Jum'at Para Arwah Mendatangi Keluarganya

Malam Jum'at Para Arwah Mendatangi Kita Semua

Dalam kitab: Hadiyatul Ahya’ lil Amwat hlm: 184-185, karya Abul Hasan Ali bin Ahmad bin Yusuf bin Ja’far Al-Hakkari (w=486 H) disebutkan:

«إن أرواح المؤمنين يأتون كل جمعة إلى سماء الدنيا فيقفون بحذاء دورهم وبيوتهم فينادي كل واحد منهم بصوت حزين: يا أهلي وولدي وأهل بيتي وقراباتي، اعطفوا علينا بشيء، رحمكم الله، واذكرونا ولا تنسونا، وارحموا غربتنا، وقلة حيلتنا، وما نحن فيه، فإنا قد بقينا في سحيق وثيق، وغم طويل، ووهن شديد، فارحمونا رحمكم الله، ولا تبخلوا علينا بدعاء أو صدقة أو تسبيح، لعل الله يرحنا قبل أن تكونوا أمثالنا، فيا حسرتاه وانداماه يا عباد الله، اسمعوا كلامنا، ولا تنسونا، فأنتم تعلمون أن هذه الفضول التي في أيديكم كانت في أيدينا، وكنا لم ننفق في طاعة الله، ومنعناها عن الحق فصار وبالاً علينا ومنفعته لغيرنا، والحساب والعقاب علينا» ، قال: «فينادي كل واحد منهم ألف مرةٍ من الرجال والنساء، اعطفوا علينا بدرهم أو رغيف أو كسرة» قال: فبكى رسول الله صلى الله عليه وسلم وبكينا معه، فلم نستطع أن نتكلم ثم قال: «أولئك إخوانكم كانوا في نعيم الدنيا، فصاروا رميماً بعد النعيم والسرور» ، قال: «ثم يبكون وينادون بالويل والثبور والنفير على أنفسهم يقولون: يا وليتنا لو أنفقنا ما كان في أيدينا ما احتجنا فيرجعون بحسرة وندامة

Rasulullah SAW bersabda: Sesungguhnya ruh-ruh orang mukmin datang setiap malam jumat pada langit dunia. Lalu mereka berdiri di depan pintu-pintu rumah mereka. Masing-masing mereka memanggil-manggil dengan suara yang memelas: “Wahai isteriku  (suamiku), anakku, keluargaku, dan kerabatku! Sayangilah kami dengan sesuatu, maka Allah akan merahmati kalian. Ingatlah kami, jangan kalian lupakan! Sayangilah kami dalam keterasingan kami, minimnya kemapuan kami dan segala apa yang kami berada di dalamnya. Sesungguhnya kami berada dalam tempat yang terpencil, kesusahan yang yang panjang dan duka yang dalam. Sayangilah kami, maka Allah akan menyayangi kalian. Jangan kalian kikir kepada kami dengan memberikan doa, shadaqah dan tasbih. Semoga Allah memberikan rasa nyaman kepada kami, sebelum kalian sama seperti kami. Sungguh rugi!, Sungguh menyesal! Wahai hamba Allah! Dengarkanlah ucapan kami, dan jangan lupakan kami. Kalian tahu bahwa keutamaan yang berada di tangan kalian sekarang adalah keutamaan yang sebelumnya milik kami. Sementara kami tidak menafkahkannya untuk taat kepada Allah. Kami tidak mau terhadap kebenaran, hingga ia menjadi musibah bagi kami. Manfaatnya diberikan kepada orang lain, sementara pertanggungjawaban dan siksanya diberikan kepada kami”. Masing-masing mereka memanggil-manggil sebanyak 1000 kali: “Kasihanilah kami dengan satu dirham atau sepotong roti!” Lalu Rasulullah menangis, dan kamipun (para sahabat) menangis. Dan kami tidak mampu bicara. Rasulullah bersabda: Mereka adalah saudara-saudara kalian yang sebelumnya berada dalam kenikmatan dunia. Dan kini mereka menjadi debu setelah sebelumnya berada dalam kenikmatan dan kegembiraan. Rasulullah SAW bersabda: Lalu mereka menangis dan mengucapkan kutukan kepada mereka sendiri dan berkata: “Celakalah kita! Jika kami menafkahkan apa yang kita miliki, maka kita tidak akan membutuhkan ini”. Lalu mereka pulang dengan penyesalan”.

Dalam Hasyiah al-Bujairami alal Khatib II/302 disebutkan bahwa ruh seorang mukmin mempunyai keterkaitan dengan kuburannya dan tidak akan terpisah selamanya. Namun keterkaitan itu menjadi sangat dimulai dari asar hari kamis sampai terbenam matahari hari sabtu. Oleh sebab itu masyarakat melakukan ziarah kubur pada hari jumat, yaitu pada asar hari kamis. Ziarah yang dilakukan Rasulullah SAW ke makam Syuhada’ Uhud dilakukan hari sabtu, karena pada hari jumar beliau jadikan sebagai waktu untuk memperbanyak amal. Ali Al-Mahalli mengatakan, bahwa Rasulullah SAW bersabda:

إن أرواح المؤمنين يأتون فى كل ليلة إلى سماء الدنيا ويقفون بحذاء بيوتهم وينادى كل واحد بصوت حزين ألف مرة يا أهلي وأقاربي وولدي يا من سكنوا بيوتنا ولبسوا ثيابنا واقتسموا أموالنا هل منكم من أحد يذكرنا ويفكرنا في غربتنا ونحن فى سجن طويل وحصن شديد؟. فارحمونا يرحمكم الله ولا تبخلوا علينا قبل أن تصيروا مثلنا يا عباد الله إن الفضل الذى فى أيديكم كان فى أيدينا وكنا لا ننفق منه فى سبيل الله وحسابه وباله علينا والمنفعة لغيرنا فإن لم تنصرف أي الأرواح بشيئ فينصرفون بالحسرة والحرمان

 ( Wallaahu A'lamu Bis Showaab )

Wednesday, January 31, 2018

Istighfar dan Janji Allah

Alkisah, suatu hari Syaikhona Kholil bin Abdul Lathif Bangkalan Madura kedatangan tiga tamu yang menghadap secara bersamaan. Sang Kyai bertanya kepada tamu yang pertama:

Syaikhona Kholil : "Sampeyan ada keperluan apa?"

"Saya pedagang, Kyai. Tetapi hasil tidak didapat, malah rugi terus-menerus," ucap tamu pertama.

Beberapa saat Syaikhona Kholil menjawab,
"Jika kamu ingin berhasil dalam berdagang, perbanyaklah membaca istighfar."

Kemudian beliau bertanya kepada tamu kedua : "Sampeyan ada keperluan apa?"

"Saya sudah berkeluarga selama 18 tahun, tapi sampai saat ini masih belum diberi keturunan," kata tamu kedua.

Setelah memandang kepada tamunya itu, Syaikhona Kholil menjawab, "Jika kamu ingin punya keturunan, perbanyaklah membaca istighfar."

Kini, tiba giliran pada tamu yang ketiga, Syaikhona Kholil juga bertanya, "Sampeyan ada keperluan apa?"

"Saya usaha tani, Kyai. Namun, makin hari hutang saya makin banyak, sehingga tak mampu saya membayarnya," ucap tamu yang ketiga, dengan raut muka serius.

"Jika kamu ingin berhasil dan mampu melunasi hutangmu, perbanyaklah membaca istighfar," pesan Syaikhona Kholil kepada tamu yang terakhir.

Berapa murid Syaikhona Kholil yang melihat peristiwa itu merasa heran. Masalah yang berbeda, tapi dengan jawaban yang sama, resep yang sama, yaitu menyuruh memperbanyak membaca istighfar. Syaikhona Kholil mengetahui keheranan para santri. Setelah tamunya pulang, maka dipanggillah para santri yang penuh dengan tanda tanya itu. Lalu, Syaikhhona Kholil membacakan al-Qur’an Surat Nuh ayat 10-12 :

فَقُلْتُ إسْتَغْفِــــرُوْا رَبَّكُمْ إِنَّهُ كَانَ غَــفَّــــارًا # يُرْسِــلِ السَّـــمَاءَ عَلَيْكُمْ مِدْرَارًا # وَيُمْــــدِدْكُمْ بِـــأَمْوَالٍ وَبَنِـــيْنَ وَيَــجْــعَــلْ لَكُمْ جَـنّٰـــــىتٍ وَيَجْـــعَــلْ لَكُمْ أَنْــــهٰـىــرًا #

“Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia Maha Pengampun. Niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat dan membanyakkan harta dan anak-anakmu dan Mengadakan untukmu kebun-kebun dan Mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai.”

Mendengar jawaban Syaikhona Kholil ini, para santri mengerti bahwa jawaban itu memang merupakan janji Allah bagi siapa saja yang memperbanyak membaca istighfar. Memang benar. Tak lama setelah kejadian itu, ketiga tamunya semuanya berhasil sesuai dengan apa yang dihajatkan.

Untuk Syaikhona Kholil bin Abdul Lathif Bangkalan Madura, al-Fatihah...

Istighfar dan Janji Allah

Customization

View more

Tips and Tricks

View more

Image Documents

View more

Tutorials

View more

Legal Documents

View more

Getting Started

View more